Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (TVRI) Imam Brotoseno menyatakan kesiapannya untuk bermigrasi dari siaran televisi analog ke digital.

"Kalau kami diminta untuk migrasi hari ini pun kami sudah siap," ujar Direktur Utama TVRI Imam Brotoseno dalam testimoni yang disiarkan pada acara puncak Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-88 yang ditayangkan virtual, Kamis.

Imam mengatakan pihaknya sejak 2016 telah ditugaskan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan uji siaran digital.

Sejak tugas tersebut diberikan hingga saat ini, TVRI tercatat telah delapan kali melakukan uji coba siaran digital. Selain itu, Imam mengatakan bahwa seluruh stasiun penyiaran daerah TVRI umumnya telah melakukan siaran secara analog dan digital sekaligus.

"Jadi untuk TVRI sendiri kami sudah siap," kata Imam.

Lebih lanjut Imam mengatakan bahwa migrasi TV ke digital akan memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat. Publik, kata dia, akan bisa menikmati tayangan yang lebih jernih dengan suara yang lebih bagus. Selain itu, konten yang dihadirkan juga akan lebih variatif.

Imam juga menilai masyarakat bisa memperoleh peluang bisnis dengan adanya migrasi siaran ke arah digital tersebut.

"Jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa terlibat, ada peluang bisnis dan masyarakat tidak hanya objek saja, bisa jadi subjek karena ada partisipasi misalnya dalam konten kreator dan peluang bisnis lainnya seperti tv komunitas dan sebagainya. Jadi saya rasa ini peluang yang sangat besar," ujar Imam.

Seperti diketahui, 2 November 2022 merupakan target Indonesia dapat sepenuhnya bermigrasi dari siaran TV analog ke TV digital atau dikenal dengan istilah Analog Switch Off (ASO).

Migrasi itu dilakukan agar terjadi efisiensi frekuensi yang memungkinkan semakin banyak kelahiran stasiun-stasiun TV baru hingga menyediakan frekuensi untuk layanan jaringan internet 5G yang digadang-gadang dalam program percepatan transformasi digital Indonesia.
 

Pewarta : Fathur Rochman
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024