Bandarlampung (ANTARA) - Sejumlah petani kopi di Provinsi Lampung mengatakan telah terjadi penurunan harga kopi asalan di daerah tersebut sehingga harga komoditas unggulan itu kini Rp19.500 per kilogram.

"Harga kopi asalan dari petani memang tengah mengalami penurunan, saat ini harga berkisar Rp19.500 per kilogram," ujar salah seorang petani kopi robusta asal Lampung Barat, Ahmad, saat di hubungi di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan, penurunan harga biji kopi asalan dari petani kopi terjadi pada beberapa hari terakhir.

"Harga biji kopi asalan dari petani kopi langsung seminggu lalu berkisar Rp19.800 hingga Rp20.000 per kilogram, harga turun beberapa hari terakhir hingga mencapai Rp19.500 per kilogram," katanya.

Ia mengatakan, penurunan harga kopi mungkin terjadi akibat adanya panen kopi secara serentak dalam beberapa bulan terakhir.

"Mungkin karena petani kopi sedang panen, sehingga harga biji kopi asalan turun," ucapnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh petani kopi asal Kabupaten Tanggamus, Basri.

"Harga biji kopi turun dua hari terakhir di angka Rp19.000 hingga Rp19.500 per kilogram, dari semula hampir mencapai Rp20.000 per kilogram," ujarnya.

Menurutnya, penurunan harga biji kopi asalan dari petani sering terjadi bila panen kopi secara serentak tengah berlangsung.

"Harga turun seperti saat ini biasa terjadi setiap tahun terutama saat panen raya, namun saat ini kami bersyukur tetap bisa mendapatkan penghasilan di tengah pandemi COVID-19," katanya.

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam statistik produksi kopi menurut Provinsi, produksi kopi Lampung pada tahun 2019 berjumlah 110.291 ton, selain itu pertumbuhan produksi kopi Lampung sepanjang tahun 2017 hingga 2018 hanya 3,15 persen.


Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024