Ancaman sanksi AS tak batalkan pembelian Sukhoi Indonesia
Kamis, 9 Juli 2020 5:34 WIB
Sukhoi Su-35S buatan pabrikan Sukhoi yang tergabung dalam Rostec Rusia dipajang statis di dalam pameran kedirgantaraan MAKS (Mezhdunarodnyj Aviatsionno-Kosmicheskij Salon) 2019 di Bandara Internasional Zhukovskiy, Moskwa (ANTARA/Ade P Marboen)
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menegaskan bahwa ancaman sanksi dari Amerika Serikat (AS) tidak membatalkan rencana pembelian Sukhoi Su-35 buatan Rusia oleh Indonesia.
"Rencana (pembelian) ini tidak dibatalkan, dan yang kami ketahui bahwa kontraknya sudah ditandatangani dan semoga akan diimplementasikan," kata Lyudmila menjawab pertanyaan wartawan dalam temu media virtual pada Rabu.
Dia menambahkan bahwa tidak ada sesuatu yang baru dari ancaman sanksi tersebut, karena "AS mengancam untuk menjatuhkan sanksi kepada setiap negara yang membeli peralatan pertahanan Rusia, namun tidak mencegah rekan-rekan kami untuk melakukan pembelian itu."
Lyudmila bahkan menyebut AS tertarik dengan bagaimana Rusia memproduksi peralatan pertahanan dan mungkin merasa terancam, namun perlu melihat perkembangan situasi ke depannya.
Mengenai pembelian Sukhoi Su-35 buatan Rusia, Lyudmila menjelaskan bahwa Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto membicarakan hal itu dalam kunjungannya ke Moskow pada akhir Juni lalu.
Prabowo diundang oleh Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu untuk turut hadir dalam perayaan peringatan Hari Kemenangan Rusia ke-75 pada 24 Juni--sebuah pergelaran yang mestinya diselenggarakan 9 Mei namun ditunda akibat situasi pandemi COVID-19.
"Jenderal Prabowo mengunjungi Rusia dan saya tahu bahwa beliau membahas soal (rencana pembelian pesawat Sukhoi) itu," kata Lyudmila.
"Rencana (pembelian) ini tidak dibatalkan, dan yang kami ketahui bahwa kontraknya sudah ditandatangani dan semoga akan diimplementasikan," kata Lyudmila menjawab pertanyaan wartawan dalam temu media virtual pada Rabu.
Dia menambahkan bahwa tidak ada sesuatu yang baru dari ancaman sanksi tersebut, karena "AS mengancam untuk menjatuhkan sanksi kepada setiap negara yang membeli peralatan pertahanan Rusia, namun tidak mencegah rekan-rekan kami untuk melakukan pembelian itu."
Lyudmila bahkan menyebut AS tertarik dengan bagaimana Rusia memproduksi peralatan pertahanan dan mungkin merasa terancam, namun perlu melihat perkembangan situasi ke depannya.
Mengenai pembelian Sukhoi Su-35 buatan Rusia, Lyudmila menjelaskan bahwa Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto membicarakan hal itu dalam kunjungannya ke Moskow pada akhir Juni lalu.
Prabowo diundang oleh Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu untuk turut hadir dalam perayaan peringatan Hari Kemenangan Rusia ke-75 pada 24 Juni--sebuah pergelaran yang mestinya diselenggarakan 9 Mei namun ditunda akibat situasi pandemi COVID-19.
"Jenderal Prabowo mengunjungi Rusia dan saya tahu bahwa beliau membahas soal (rencana pembelian pesawat Sukhoi) itu," kata Lyudmila.
Pewarta : Suwanti
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Trump janjikan Rp162 triliun untuk rekonstruksi Gaza lewat Dewan Perdamaian
20 February 2026 4:42 WIB
Liga Arab kutuk Israel terkait Tepi Barat, bertentangan dengan hukum internasional
17 February 2026 15:16 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Trump janjikan Rp162 triliun untuk rekonstruksi Gaza lewat Dewan Perdamaian
20 February 2026 4:42 WIB
Liga Arab kutuk Israel terkait Tepi Barat, bertentangan dengan hukum internasional
17 February 2026 15:16 WIB