Tanda-tanda Longsor Bisa Dikenali
Kamis, 3 Januari 2019 17:06 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho (ANTARA/Dewanto Samodro)
Jakarta (Antaranews Lampung) - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kejadian tanah longsor memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali sehingga masyarakat bisa mewaspadai.
"Kenali tanda-tanda tebing akan longsor seperti ada retakan tanah dan suara pergerakan tanah," kata Sutopo dihubungi di Jakarta, Kamis.
Selain itu, kemungkinan akan terjadi longsor juga bisa diamati dari tanaman, pohon atau tiang-tiang yang tidak lagi berdiri tegak atau menjadi miring.
Hujan terus menerus dengan intensitas sedang hingga tinggi juga harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kandungan air tanah berlebihan sehingga memicu longsor.
"Bila menemukan tanda-tanda kemungkinan longsor, segera hubungi pihak berwenang menangani longsor. Selain itu, segera pindahkan penduduk yang terancam terdampak longsor," jelasnya.
Sutopo mengatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah memiliki peta potensi bencana longsor untuk masing-masing wilayah pada jangka waktu tertentu yang bisa diakses melalui portal resmi lembaga tersebut.
"Sayang belum banyak masyarakat dan pemerintah daerah yang mengakses peta potensi bencana longsor itu," ujarnya.
Untuk mengurangi risiko dampak tanah longsor, Sutopo mengatakan penataan tata ruang dan wilayah sangat penting dengan memperhatikan peta rawan bencana.
"Wilayah-wilayah yang memiliki risiko bahaya bencana tinggi seharusnya bukan untuk permukiman atau pertanian, melainkan untuk konservasi," tuturnya.
"Kenali tanda-tanda tebing akan longsor seperti ada retakan tanah dan suara pergerakan tanah," kata Sutopo dihubungi di Jakarta, Kamis.
Selain itu, kemungkinan akan terjadi longsor juga bisa diamati dari tanaman, pohon atau tiang-tiang yang tidak lagi berdiri tegak atau menjadi miring.
Hujan terus menerus dengan intensitas sedang hingga tinggi juga harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kandungan air tanah berlebihan sehingga memicu longsor.
"Bila menemukan tanda-tanda kemungkinan longsor, segera hubungi pihak berwenang menangani longsor. Selain itu, segera pindahkan penduduk yang terancam terdampak longsor," jelasnya.
Sutopo mengatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah memiliki peta potensi bencana longsor untuk masing-masing wilayah pada jangka waktu tertentu yang bisa diakses melalui portal resmi lembaga tersebut.
"Sayang belum banyak masyarakat dan pemerintah daerah yang mengakses peta potensi bencana longsor itu," ujarnya.
Untuk mengurangi risiko dampak tanah longsor, Sutopo mengatakan penataan tata ruang dan wilayah sangat penting dengan memperhatikan peta rawan bencana.
"Wilayah-wilayah yang memiliki risiko bahaya bencana tinggi seharusnya bukan untuk permukiman atau pertanian, melainkan untuk konservasi," tuturnya.
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
RRI Bandar Lampung: Duta Penyiar Cilik 2026 untuk asah kreativitas dan karakter
26 September 2026 15:10 WIB
Dorong pengembangan ekomomi daerah, OJK Lampung dukung PKS penggemukan sapi di Lampung Timur
26 September 2026 6:45 WIB
PLN Lampung catat 1.479 titik pemeliharaan listrik tanpa padam Januari-Agustus 2026
25 September 2026 20:44 WIB
OJK Lampung perluas akses literasi keuangan melalui Pojok Literasi di Kota Metro
24 September 2026 10:09 WIB
OJK Lampung dorong generasi cerdas finansial melalui Festival Literasi Kota Metro
24 September 2026 10:04 WIB