Bandarlampung,  (Lampung. Antaranews) -Bulog Divisi Regional Lampung hingga sekarang baru menyerap sekitar 80.000 ton beras petani dari target 115.000 ton pada tahun 2018.

"Hingga saat ini Bulog masih terus menyerap beras dari petani, dengan rata-rata 60-70 ton beras per hari," kata Kepala Bidang Operasional dan Pelayan Publik (OPP) Bulog Divre Lampung, Joko Tri Septanto, di Bandarlampung.

Ia menyebutkan jumlah itu jauh berkurang mengingat telah berakhirnya masa panen. Pada masa panen biasanya Bulog bisa menyerap 200-300 ton beras per hari.

Namun, lanjutnya, Bulog Lampung memperkirakan bahwa target penyerapan beras petani sebesar 115.000 ton pada 2018 dapat terpenuhi.

Ia mengatakan penyerapan beras petani akan terus dilakukan hingga akhir tahun, dengan membeli beras dari petani Rp8.030 per kilogram.

Harga tersebut lanjutnya, sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk harga beras medium.

"Kami akan terus menyerap beras petani sampai sekarang kurang lebih sekitar 80 ribu ton telah dibeli Bulog," tambah Joko Tri Septanto.

Terkait beras impor yang akan masuk ke Provinsi Lampung dalam waktu dekat, Joko menjelaskan beras impor itu peruntukkannya untuk cadangan beras di Sumatera Bagian Selatan seperti Jambi, Bengkulu dan Palembang yang bukan merupakan produsen beras seperti Lampung.

Ia menambahkan sejak Januari hingga saat ini sebanyak 50.000 ton beras impor telah masuk ke Lampung, sebagian telah disalurkan dan sebagian masih tersimpan di gudang sebagai cadangan.
 

Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026