Jakarta (ANTARA Lampung) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi khusus bahkan melakukan "standing ovation" khusus untuk variasi baris-berbaris yang dipertunjukkan para polisi cilik dalam rangkaian acara upacara penurunan bendera di Istana Merdeka.

Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, memberikan apresiasi tepuk tangan dengan berdiri bagi pertunjukan baris-berbaris polisi cilik binaan Kapolres Indramayu Polda Jawa Barat AKBP Wijanarko.

Pertunjukan langkah-langkah dinamis yang diperagakan oleh taruna dan taruni cilik itu menjadi cermin sikap disiplin yang ditanamkan sejak dini.

Presiden Jokowi sebelumnya sempat menghampiri para tamu undangan di tenda-tenda sekitar lokasi upacara untuk menyapa tamu undangan yang hadir.

Ia juga menampakkan raut muka serius saat hiburan tarian daerah hingga "marching band" digelar mengisi jeda waktu sebelum upacara penurunan bendera di Istana Merdeka.

Selain itu, Presiden dan para tamu undangan pun disuguhi atraksi Drum Corps Cendrawasih Akademi Kepolisian Angkatan 47 Detasemen Satrio Pambudi Luhur, di bawah asuhan Gubernur Akademi Kepolisian Irjen Pol Pudji Hartanto.

Dalam aksinya, para taruna-taruni itu menunjukkan aksi akrobatik saat memainkan alat musik. Para tamu undangan pun mendadak riuh dan bertepuk tangan saat mereka menunjukkan kebolehannya.

Pergelaran tari dan musikal Puspa Ragam Kemerdekaan Nusantara drum corps Cendrawasih Akademi Kepolisian angkatan 47 Detasemen Statrio Pambudi Luhur dengan Stick Master utama Brigadir Taruna Mohammad Prasetyo berkolaborasi dengan 220 penari taruna-taruni akademi kepolisan angkatan 48 detasemen Hastadarana dan angkatan 49 detasemen Prawira Hirya.

Dari kolaborasi itu, menghasilkan gerakan tari dalam alunan musik kontemporer yang mencerminkan kebesaran dan kekayaan budaya nusantara yang merupakan wujud semangat persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia oleh taruna-taruni akademi kepolisian.
 

Pewarta : Hanni Sofia Soepardi
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2024