Rokok Lebih Berisiko Buat Lelaki
Jumat, 5 Desember 2014 17:27 WIB
Tanaman Tembakau bahan baku industri rokok di Waykanan, Lampung. (Istimewa/Dok).
Washington (Antara/Xinhua-OANA/ANTARA Lampung) - Lelaki yang merokok menghadapi risiko tiga kali lebih besar dibandingkan orang yang tidak merokok untuk kehilangan kromosom Y, kata beberapa peneliti yang sebelumnya telah memperlihatkan kehilangan kromosom Y berkaitan dengan kanker.
Studi tersebut, yang disiarkan pada Kamis (4/12) di jurnal AS Science, mungkin membantu menjelaskan mengapa merokok adalah faktor resiko lebih buat lelaki dibandingkan dengan perempuan. Dan, dalam perspektif yang lebih luas, juga mengapa lelaki pada umumnya memiliki harapan hidup lebih pendek.
Cuma lelaki yang memilik kromosom Y, yang penting bagi penentuan jenis kelamin dan produksi sperma.
"Kami pada awal 2014 telah memperlihatkan hubungan antara hilangnya kromosom Y pada darah dan resiko lebih besar bagi serangan kanker. Kami sekarang memeriksa apakah ada gaya hidup atau faktor klinik yang mungkin berkaitan dengan hilangnya kromosom Y," kata Lars Forsberg dari Uppsala University di Swedia, yang memimpin studi tersebut, di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang.
"Dari banyak jumlah faktor yang dipelajari, seperti usia, tekanan darah, diabetes, konsumsi alkohol dan merokok, kami mendapat hilangnya kromosom Y pada sedikit sel darah lebih umum pada perokok dibandingkan dengan pada orang yang bukan perokok," kata Forsberg.
Risiko tersebut tergantung dosis, yang berarti hilangnya kromosom Y lebih umum pada perokok berat dibandingkan dengan orang yang merokok sedang. Beberapa pria yang berhenti merokok bahkan tampak memperoleh kembali kromosom Y mereka.
"Hasil ini menunjukkan bahwa merokok dapat mengakibatkan hilangnya kromosom Y dan proses ini mungkin bisa diubah," kata Forsberg. "Temuan ini dapat sangat persuasif untuk memotivasi perokok agar menghentikan kebiasaan mereka."
Bagaimana hilangnya kromosom Y berkaitan dengan pengembangan kanker di seluruh tubuh masih belum jelas, kata para peneliti tersebut. Satu kemungkinan ialah sel kekebalan pada darah, yang telah kehilangan kromosom Y, memiliki pengurangan kemampuan untuk memerangi kanker.
Penerjemah: A. Rachma.
Studi tersebut, yang disiarkan pada Kamis (4/12) di jurnal AS Science, mungkin membantu menjelaskan mengapa merokok adalah faktor resiko lebih buat lelaki dibandingkan dengan perempuan. Dan, dalam perspektif yang lebih luas, juga mengapa lelaki pada umumnya memiliki harapan hidup lebih pendek.
Cuma lelaki yang memilik kromosom Y, yang penting bagi penentuan jenis kelamin dan produksi sperma.
"Kami pada awal 2014 telah memperlihatkan hubungan antara hilangnya kromosom Y pada darah dan resiko lebih besar bagi serangan kanker. Kami sekarang memeriksa apakah ada gaya hidup atau faktor klinik yang mungkin berkaitan dengan hilangnya kromosom Y," kata Lars Forsberg dari Uppsala University di Swedia, yang memimpin studi tersebut, di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang.
"Dari banyak jumlah faktor yang dipelajari, seperti usia, tekanan darah, diabetes, konsumsi alkohol dan merokok, kami mendapat hilangnya kromosom Y pada sedikit sel darah lebih umum pada perokok dibandingkan dengan pada orang yang bukan perokok," kata Forsberg.
Risiko tersebut tergantung dosis, yang berarti hilangnya kromosom Y lebih umum pada perokok berat dibandingkan dengan orang yang merokok sedang. Beberapa pria yang berhenti merokok bahkan tampak memperoleh kembali kromosom Y mereka.
"Hasil ini menunjukkan bahwa merokok dapat mengakibatkan hilangnya kromosom Y dan proses ini mungkin bisa diubah," kata Forsberg. "Temuan ini dapat sangat persuasif untuk memotivasi perokok agar menghentikan kebiasaan mereka."
Bagaimana hilangnya kromosom Y berkaitan dengan pengembangan kanker di seluruh tubuh masih belum jelas, kata para peneliti tersebut. Satu kemungkinan ialah sel kekebalan pada darah, yang telah kehilangan kromosom Y, memiliki pengurangan kemampuan untuk memerangi kanker.
Penerjemah: A. Rachma.
Pewarta :
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri PKP perpanjang tenor cicilan rumah jadi 30 tahun agar lebih terjangkau
09 March 2026 13:31 WIB
ASDP Bakauheni minta pemudik beli tiket lebih awal hindari penumpukan di pelabuhan
05 March 2026 20:51 WIB
Palang Merah Iran sebut serangan AS-Israel tewaskan 200 orang lebih, 750 terluka
01 March 2026 4:47 WIB
Simpati hadirkan akumulasi kuota, bikin internet bareng Telkomsel lebih "Worth it"
01 February 2026 11:32 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
AS kehilangan peralatan militer senilai Rp33 triliun di tengah operasi ke Iran
05 March 2026 10:59 WIB
Palang Merah Iran sebut serangan AS-Israel tewaskan 200 orang lebih, 750 terluka
01 March 2026 4:47 WIB