Bandung (Antara) - Penyelenggaraan PON XIX/2016 memiliki potensi keuntungan tinggi bagi para pelaku usaha dan pihak lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan ajang olahraga itu, kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan di Bandung, Sabtu malam.

"PON XIX/2016 memiliki potensi keuntungan tinggi dibanding penyelenggaraan PON sebelumnya yang digelar di luar Jakarta, dengan 40 juta jiwa penduduk Jabar jelas merupakan gambaran potensi pasar khususnya bagi dunia usaha yang andil dalam ajang promosi di ajang ini," kata Gubernur Heryawan pada acara gathering di Trans Luxury Convention Bandung.

Ia menyebutkan, ajang PON XIX/2016 Jabar merupakan ajang promosi strategis bagi dunia usaha tak hanya bagi produk lokal namun juga produl multinasional. Jabar akan memanfaatkan momen Pasar Bebas Asean (MEA) secara positif untuk PON XIX/2016 terutama untuk pemberdayaan dan promisi produk lokal dan dalam negeri.

Pada kesempatan itu, Heryawan menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan potensi korporasi di wilayah Jabar untuk menjadi pendukung utama PON XIX. Ia mencontohkan Bank Jabar Banten (Tbk), Chevron, Aqua, Telkom, PLN, serta sejumlah produsen otomotif di wilayah Jabar akan menjadi kekuatan sponsorship PON XIX/2016.

Kehadiran PON XIX/2016 di Jawa Barat, menurut Heryawan akan dikreasikan menjadi ajang tak sekedar menggelar pertandingan olahraga nasional, namun juga sebagai pintu pemasaran potensial bagi berbagai produk nasional.

Pihaknya akan mengerahkan sejumlah potensi dan kreator untuk menggali oportuniti dari penyelenggaraan pekan olahraga di Bumi Pasundan itu dengan menggandeng dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, seniman dan budayawan, olahragawan, pembina olahraga, pejabat, TNI, Polri serta komunitas-komunitas kreatif dan potensial lainnya di Jabar.

"Jabar akan menyajikan PON XIX/2016 lebih dari ajang olahraga dengan 43 cabang pertandingan, namun menjadi sebuah ajang yang memberikan peningkatan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat, dunia usaha dan juga sebagai ajang perhelatan yang menguntungkan bagi semua sektor," katanya.

Ia optimistis perhelatan PON di Bumi Pasundan itu akan menjadi PON paling sukses, meriah dan memberikan keuntungan paling besar. Menurut dia, Jabar belajar banyak dari penyelenggaraan PON 2000 di Surabaya Jatim, PON 2004 di Palembang, PON 2008 di Kaltim dan terakhir PON 2012 di Riau.

Dengan potensi keuntungan yang tinggi dari penyelenggaraan PON XIX/2016 itu, ia optimistis banyak pelaku usaha untuk berpartisipasi dan menjadi sponsorship untuk kegiatan itu. Pihaknya segera menetapkan marketing promosi (Markom) untuk kepentingan PON sehingga bisa memaksimalkan waktu dua tahun ke depan secaa optimal untuk sosialisasi, promosi dan memunculkan potensi besar dari PON itu.

Ia menyebutkan terinspirasi dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2014 di Brasil, Asian Games 2010 di Guangzhou serta beberapa ajang olahraga lainnya yang mampu menarik keuntungan berkat kemasan kreatif dan total.

"Jelas Jabar tidak akan menyia-nyiakan potensi keutungan besar PON itu, kita semua warga Jabar dan siapapun juga harus menangkap dan merealisasikan potensi itu dengan penuh optimistis dan tentunya tetap bekerja keras," katanya.

Potensi untuk merengkuh potensi keuntungan besar PON XIX/2016 Jabar menurut dia cukup besar, karen beban Jabar dalam persiapan PON sedikit lebih ringan dibanding daerah lain. Pasalnya Jabar telah membangun fasilitas olahraga seperti Stadion Utama Bandung Lautan Api (BLA), sarana olahraga di kabupaten/kota lainnya yang sudah siap pakai.

"Jabar bisa lebih konsentrasi karena sudah 'menabung' pembangunan infrastruktur sejak jauh-jauh hari, diharapkan bisa lebih konsentrasi lagi untuk melakukan persiapan lebih maksimal," kata Heryawan.

Sementara itu optimistis Jabar mengangkat potensi PON XIX/2016 mendapat respon dari para pelaku usaha Jabar. Ketua Kadin Jabar H Agung Suryaman Sutrisno, Ketua PHRI Herman Muchtar, Sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Avip menyampaikan komitmenya untuk ikut mensukseskan PON XIX/2016.

"PON XIX/2016 merupakan gawean besar Jabar, sudah selayaknya kita semua mendukung termasuk dunia usaha. Warga Jabar termasuk dunia usaha di dalamnya harus memastikan PON XIX/2016 berlangsung sukses dan memberdayakan masyarakat," katanya.

Pada kesempatan itu Agung Suryaman menyebutkan perlu pendekatan yang lebih optimal dan tepat dalam melibatkan dunia usaha sehingga ada skema yang lebih efektif dalam kontribusinya terhadap penyelenggaraan PON 2016 itu.

Hal senada diungkapkan oleh Avip, Sekretaris PHRI Jabar yang menyatakan kesiapannya berkontribusi dalam PON. Ia menyebutkan PON XIX/2016 harus dikemas menjadi ajang promosi efektif dengan oportuniti yang bisa diukur.

"PON XIX/2016 harus jadi momentum yang strategis tak hanya untuk pembinaan prestasi juga untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, harus lebih proaktif lagi agar ajang ini mampu mengangkat potensi besarnya," katanya.

Sedangkan Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar menyebutkan, komitmen dunia usaha di sektor perhotelan dan restoran tidak ada masalah dan siap mendukung. Namun di sisi lain perlu ada strategi khusus agar sinergitas antara dunia usaha dengan PON XIX/2016 lebih terjalin maksimal.

"PB PON perlu mengoptimalkan pendekatan dan mengemas potensi dengan asosiasi, komunitas dan pelaku usaha di Jabar. Perlu konsep lebih kreatif dan efektif agar PON bisa mengeluarkan potensi besarnya bagi keuntungan pemberdayaan ekonomi dan masyarakat Jabar," kata Herman Muchtar menambahkan.