Pacquiao Bertarung Untuk Korban Topan
Kamis, 21 November 2013 11:05 WIB
Petinju Filipina Manny Pacquiao (FOTO ANTARA/REUTERS)
Manny Pacquiao melakukan pertarungan memperebutkan gelar Minggu melawan Brandon Rios kepada para korban topan di Filipina, dengan mengucapkan Rabu, "Pertarungan ini untuk Anda".
Petinju kondang Filipina itu mengatakan dalam temu pers menjelang pertandingan perebutan gelar kelas welter WBO di Macau bahwa pikirannya bersama para korban angin topan Haiyan yang melanda Filipina pada 8 November.
"Saya akan melakukan yang terbaik pada laga mendatang dan menyuguhkannya khusus kepada para korban topan di negara saya," kata 'Pacman', yang menyandang gelar dunia dalam delapan kelas.
"Kepada semua orang dan keluarga yang tersapu angin topan, saya nyatakan bahwa pertandingan ini khusus untukmu," ujarnya.
Lebih dari 4.000 orang tewas dan sekitar 4,4 juta kehilangan tempat tinggal dalam insiden topan itu, yang tercatat sebagai salah satu angin terkuat selama ini.
Pacquiao dan Rios sama-sama menunjukkan rasa hormat dalam temu pers, berbeda dengan pelatih mereka yang terlibat dalam konfrontasi tentang kekuatan petinju masing-masing, pada gym di resor Venetian Macau Rabu pagi.
"Saya hanya dapat mengatakan bahwa kedua kami yang akan berlaga besiap dengan baik. Biarlah ini diselesaikan di atas ring," kata Pacquiao.
"Mari kita menunjukkan contoh yang baik kepada semua orang yang mengagumi tinju," katanya.
"Saya juga hanya dapat mengatakan, ini adalah olahraga. Ini bukan masalah pribadi, kami melakukan pekerjaan kami di atas ring. Setiap orang yang sudah melakukan sesuatu harus saling memaafkan seperti juga dilakukan Tuhan kepada ciptaannya," katanya.
Rios yang berusia 27 tahun mengatakan ia akan mengalahkan Pacquiao, yang akan berusia 35 tahun bulan depan dan sudah memiliki 54 kemenangan, lima kali kalah dan dua kali seri, dalam karir tinju profesionalnya hampir 19 tahun.
Petinju Amerika itu, mantan juara dunia kelas ringan, menyatakan ia dalam kondisi terbaiknya dan jangan sampai diduga bahwa ia hanya mencoba-coba melawan Pacquiao, yang membutuhkan kemenangan setelah kalah atas Timothy Bradley dan Juan Manuel Marquez tahun lalu.
"Saya dalam kondisi terbaik saya," kata Rios, "Saya amat disiplin. Saya melakukan semua yang perlu untuk menang. Saya mengikuti instruksi pelatih saya."
"Saya bukan sedang melakukan pemanasan. Saya bukan sansak tinju karena bila sansak tinju tidak akan membalas bila dipukul. Saya akan menjadi monster bila sudah berada di atas ring," katanya.
Pertandingan itu, dijuluki dengan sebutan "Clash in Cotai", akan berlangsung Minggu 24 November pukul 10:00am di Macau (0200 GMT), 9:00pm Sabtu malam di kawasan pantai timur Amerika Serikat.
Penerjemah/Redaktur : AR Loebis/AF Firman/Hisar Sitanggang
Petinju kondang Filipina itu mengatakan dalam temu pers menjelang pertandingan perebutan gelar kelas welter WBO di Macau bahwa pikirannya bersama para korban angin topan Haiyan yang melanda Filipina pada 8 November.
"Saya akan melakukan yang terbaik pada laga mendatang dan menyuguhkannya khusus kepada para korban topan di negara saya," kata 'Pacman', yang menyandang gelar dunia dalam delapan kelas.
"Kepada semua orang dan keluarga yang tersapu angin topan, saya nyatakan bahwa pertandingan ini khusus untukmu," ujarnya.
Lebih dari 4.000 orang tewas dan sekitar 4,4 juta kehilangan tempat tinggal dalam insiden topan itu, yang tercatat sebagai salah satu angin terkuat selama ini.
Pacquiao dan Rios sama-sama menunjukkan rasa hormat dalam temu pers, berbeda dengan pelatih mereka yang terlibat dalam konfrontasi tentang kekuatan petinju masing-masing, pada gym di resor Venetian Macau Rabu pagi.
"Saya hanya dapat mengatakan bahwa kedua kami yang akan berlaga besiap dengan baik. Biarlah ini diselesaikan di atas ring," kata Pacquiao.
"Mari kita menunjukkan contoh yang baik kepada semua orang yang mengagumi tinju," katanya.
"Saya juga hanya dapat mengatakan, ini adalah olahraga. Ini bukan masalah pribadi, kami melakukan pekerjaan kami di atas ring. Setiap orang yang sudah melakukan sesuatu harus saling memaafkan seperti juga dilakukan Tuhan kepada ciptaannya," katanya.
Rios yang berusia 27 tahun mengatakan ia akan mengalahkan Pacquiao, yang akan berusia 35 tahun bulan depan dan sudah memiliki 54 kemenangan, lima kali kalah dan dua kali seri, dalam karir tinju profesionalnya hampir 19 tahun.
Petinju Amerika itu, mantan juara dunia kelas ringan, menyatakan ia dalam kondisi terbaiknya dan jangan sampai diduga bahwa ia hanya mencoba-coba melawan Pacquiao, yang membutuhkan kemenangan setelah kalah atas Timothy Bradley dan Juan Manuel Marquez tahun lalu.
"Saya dalam kondisi terbaik saya," kata Rios, "Saya amat disiplin. Saya melakukan semua yang perlu untuk menang. Saya mengikuti instruksi pelatih saya."
"Saya bukan sedang melakukan pemanasan. Saya bukan sansak tinju karena bila sansak tinju tidak akan membalas bila dipukul. Saya akan menjadi monster bila sudah berada di atas ring," katanya.
Pertandingan itu, dijuluki dengan sebutan "Clash in Cotai", akan berlangsung Minggu 24 November pukul 10:00am di Macau (0200 GMT), 9:00pm Sabtu malam di kawasan pantai timur Amerika Serikat.
Penerjemah/Redaktur : AR Loebis/AF Firman/Hisar Sitanggang
Pewarta : Antara/AFP
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disdik Lampung tingkatkan kemampuan akademik lalui pembiasaan soal berbasis HOTS
14 January 2026 20:21 WIB
Sekolah desa sebagai pusat peradaban, Dosen UM Kalianda lakukan pengabdian di Lampung Selatan
12 January 2026 14:50 WIB
Program FKUI kampus pertama peraih akreditasi internasional dari IAAHEH-INT
21 December 2025 10:11 WIB
Terpopuler - Profil
Lihat Juga
Gempa guncang Cianjur, DMC Dompet Dhuafa langsung kirim tim dan armada medis
22 November 2022 8:24 WIB, 2022
Dari mama aku belajar hingga menang lomba catur cepat Porsadin tingkat Provinsi Lampung
22 July 2022 20:36 WIB, 2022
Satgas informasikan 16,32 juta warga RI telah dapatkan vaksinasi COVID-19 penguat
21 March 2022 18:40 WIB, 2022