Wartawan Kembali Tewas Di Suriah
Sabtu, 19 Januari 2013 8:31 WIB
Beirut (ANTARA/AFP) - Seorang penembak gelap membunuh wartawan Al-Jazeera bernama Mohammed Hourani di Provinsi Daraa bagian selatan Suriah pada Jumat, kata stasiun televisi yang berkantor pusat di Qatar tersebut.
"Mohammed Hourani dibunuh oleh penembak gelap dari pihak rezim di Basr al-Haris, Provinsi Daraa, saat dia sedang meliput peperangan yang terjadi di daerah tersebut," kata Al-Jazeera.
Sebelum bergabung dengan Al-Jazeera, stasiun televisi yang paling populer di negara-negara Arab, Hourani adalah aktivis revolusi yang ingin menurunkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Hourani adalah wartawan kedua yang terbunuh oleh penembak jarak jauh dalam 24 jam terakhir di Suriah yang sedang mengalami perang saudara.
Sebelumnya pada Kamis, seorang jurnalis Prancis Yves Deaby juga ditembak mati di bagian utara kota Aleppo, kata Syrian Observatory for Human Rights.
Menurut perhitungan AFP dan organisasi Reporters Without Borders yang bermarkas di Paris, setidaknya 20 wartawan profesional telah terbunuh di Suriah selama 22 bulan konflik di negara itu.
Jumlah kematian itu belum memperhitungkan kematian banyak warga sipil lainnya bukan merupakan jurnalis profesional namun telah merekam dan meliput kekerasan di Suriah untuk dikabarkan ke dunia.
"Mohammed Hourani dibunuh oleh penembak gelap dari pihak rezim di Basr al-Haris, Provinsi Daraa, saat dia sedang meliput peperangan yang terjadi di daerah tersebut," kata Al-Jazeera.
Sebelum bergabung dengan Al-Jazeera, stasiun televisi yang paling populer di negara-negara Arab, Hourani adalah aktivis revolusi yang ingin menurunkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Hourani adalah wartawan kedua yang terbunuh oleh penembak jarak jauh dalam 24 jam terakhir di Suriah yang sedang mengalami perang saudara.
Sebelumnya pada Kamis, seorang jurnalis Prancis Yves Deaby juga ditembak mati di bagian utara kota Aleppo, kata Syrian Observatory for Human Rights.
Menurut perhitungan AFP dan organisasi Reporters Without Borders yang bermarkas di Paris, setidaknya 20 wartawan profesional telah terbunuh di Suriah selama 22 bulan konflik di negara itu.
Jumlah kematian itu belum memperhitungkan kematian banyak warga sipil lainnya bukan merupakan jurnalis profesional namun telah merekam dan meliput kekerasan di Suriah untuk dikabarkan ke dunia.
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Trump pertimbangkan kemungkinan untuk tarik pasukan militer AS dari Suriah
01 February 2025 11:41 WIB, 2025
Diikuti 4 negara, PSSI gelar turnamen internasional U-20 Challenge Series 2025
15 January 2025 21:21 WIB, 2025
Pertahanan udara Suriah cegat serangan rudal Israel ke fasilitas militer
26 October 2024 13:28 WIB, 2024
Sekitar 13.500 warga Suriah tinggalkan Lebanon akibat serangan pasukan Israel
27 September 2024 7:57 WIB, 2024