Selasa, 26 September 2017

Warga Bandarlampung Sambut Baik Transportasi Berbasis Daring

id gojek, ojek sepeda motor
Warga Bandarlampung Sambut Baik Transportasi Berbasis Daring
Presiden Jokowi (tengah) berdialog dengan pengendara Gojek saat pertemuan makan siang bersama sopir dan pengojek, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/9). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/foc/15.)
Langkah yang diambil ini tentunya sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, bahwasannya setiap kepala daerah harus antisipasi dinamika adanya transportasi berbasis daring di wilayahnya.
Bandarlampung,  (ANTARA Lampung) - Warga Kota Bandarlampung menyambut baik transportasi berbasis daring, karena dinilai lebih aman dan nyaman.

"Saya sekarang jika berpergian selalu pesan Gojek atau Grab, karena harganya sesuai disamping itu saya merasa aman," kata Giarto warga Kecamatan Kemiling, Bandarlampung, Kamis.

 Dia mengatakan, bahwa pelayanan yang diberikan membuat penumpang merasa nyaman dan aman, jika naik ojek konvensional bawa kendaraanya membahayakan penumpang.

Selain itu, harganya pun relatif murah misalkan dari kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung ke Kecamatan Kemiling hanya Rp8000 tidak sampai Rp10.000 atau Rp15.000.

 "Jika naik ojek konvensional harganya bisa sampai Rp15.000 hingga Rp25.000, kami tidak nyaman dibawanya," kata dia.

 Hal senada disampaikan Ratih warga Kecamatan Kedaton mengatakan bahwa semenjak ada transportasi berbasis daring dirinya menjadi lebih mudah untuk berpergian, bisa memilih naik kendaraan roda dua dan roda empat.

 "Saya kerap memesan roda empat, karena perbedaan harga dengan roda dua tidak jauh akan tetapi, jika membutuhkan waktu yang cepat saya naik roda dua," katanya.

 Meskipun masih ada keributan dengan ojek konvensional, dirinya tetap memilih ojek berbasis daring karena dinilai lebih aman.

 "Harusnya mereka bergabung saja dengan ojek online, sebab mencari nafkah di bidang yang sama," kata dia.

Ia mengharapkan, pemerintah bisa cepat mengatasi masalah ini sebab jika terus terjadi mengganggu kenyamanan masyarakat baik itu sebagai penumpang maupun masyarakat umum.

 Sebelumnya, Wali Kota Bandarlampung Herman HN menyatakan Persatuan Ojek Bandarlampung (Pokbal) diminta untuk bergabung dengan trasportasi berbasis daring, untuk mengakhiri keributan yang kerap terjadi.

 "Kami sudah meminta pihak kepolisian untuk menengahi masalah ini, sudah saya sampaikan kepada kapolres agar ojek konvensional bisa diajak bergabung ke ojek online," kata dia.

 Dia mengatakan, bahwa langkah ini patut diambil setelah pihak kepolisian berulang kali menengahi dinamika trasportasi berbasis daring.

Langkah yang diambil ini tentunya sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, bahwasannya setiap kepala daerah harus antisipasi dinamika adanya transportasi berbasis daring di wilayahnya.

"Semua ini tentunya untuk menjaga kebersamaan dan mejaga solidaritas di Kota Bandarlampung," kata dia.

Dia mengharapkan, Pokbal harus bisa memahami situasional saat ini, dengan meminta pengusaha transportasi berbasis daring untuk memudahkan ojek konvesnsional bergabung.

 Terkait keributan yang terjadi dan aksi saling melakukan razia, pihaknya menyerahkan seluruhnya kepada aparat kepolisian.*

Editor: Triono Subagyo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0077 seconds memory usage: 0.46 MB