Selasa, 26 September 2017

Tim Percepatan Pertanian Apresiasi Rehabilitasi Bendungan

id tim tp4k lampung
Tim Percepatan Pertanian Apresiasi Rehabilitasi Bendungan
Rapat Tim TP4K bersama jajaran Dinas Kehutanan di Kantor Dinas Kehutanan Lampung, Rabu (13/09). (FOTO: Dok. Humas Provinsi Lampung)
...Program itu dinilai sangat strategis karena akan mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan air baku masyarakat, kata Joko...
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Tim Percepatan Pembangunan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Provinsi Lampung mengapresiasi program rehabilitasi Bendungan Batu Tegi Tanggamus yang dilakukan oleh Pemerintah Povinsi Lampung.

"Program itu dinilai sangat strategis karena akan mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan air baku masyarakat," kata Ketua TP4K Joko Umar Said, di Bandarlampung, Rabu (13/9).

Selain itu, pihaknya secara sinergitas mendukung Program Pemerintah Provinsi Lampung dalam rangka percepatan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di daerah setempat.

Ia mengatakan akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah terkait masalah pertanian, perikanan, dan kehutanan dan hal yang diperlukan guna mendukung ketahanan pangan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Syaiful Bachri mengatakan seluruh rekomendasi yang disampaikan oleh TP4K sudah ditindaklanjuti oleh Dinas Kehutanan diantaranya rehabilitasi cacthment Batu Tegi seluas 380 hektare.

Selain itu, lanjutnya, integrasi ternak dengan hutan melalui program agrosilvopastura di Kesatuan Pengelolaan Hutan Batu Tegi dan KPH Gedongwani.

Syaiful Bachri menjelaskan belajar melalui studi lapang di Banaran, Jawa Tengah tentang budi daya dan manajemen konservasi pada tanaman kopi oleh petani Lampung.

"Naungan pohon memberikan nilai positif bagi ekonomi masyarakat dan ekologi lingkungan. Jenis lamtoro L2 sebanyak 400 batang per hektare menjadi penaung baik dalam agroforestry. Hal ini menunjukkan integrasi yang mendukung ekonomi dan ekologi," jelasnya.

Ia menambahkan, kawasan hutan juga mengandung potensi panas bumi cukup besar, diantaranya di Ulubelu, Tanggamus.

Pertamina Geothermal Energy (PGE) menghasilkan 220 Megawatt Electric. Panas bumi ini mendukung dalam pengeringan kopi, sehingga mampu meningkatkan kualitas kopi, juga pengolahan gula aren.

"Dalam proses dukungan PGE melalui CSR memerlukan dukungan payung hukum. Terkait hal tersebut akan ditindaklanjuti dengan pertemuan dengan pihak terkait," jelasnya.
(ANTARA)

Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0068 seconds memory usage: 0.45 MB