Rabu, 27 September 2017

Mahasiswa Thailand Tertarik Pelajari Program Ronda

id bupati mustafa dan mhs thailand
Mahasiswa Thailand Tertarik Pelajari Program Ronda
Bupati Lampung Tengah Mustafa berdialog dengan mahasiswa asal Patani Thailand Selatan yang kini menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung di rumah dinas Bupati Nuwo Balak, Selasa, 12/9/2017 (FOTO: Humas Pemkab Lampung Tengah)
...Lampung Tengah sebelumnya juga wilayah yang rawan konflik sosial. Tapi akhirnya bisa diredam lewat program ronda...
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Mahasiswa Thailand tertarik untuk mempelajari program ronda yang dilaksanakan di Kabupaten Lampung Tengah yang digagas bupati setempat Mustafa.

Dalam siaran pers Pemkab Lampung Tengah yang diterima di Bandarlampung, Rabu, disebutkan, ketertarikan itu disampaikan lima mahasiswa asal wilayah Patani, Thailand selatan yang kini menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Lampung, yakni Ahmad Lahoya, Ahasan Bahak, Arafat Doni, Mareeyah Yusuf dan Suhailah Sidek saat bertemu dan berdialog dengan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Arafat, salah satu dari mahasiswa tersebut mengatakan, di daerahnya yakni Patani Thailand Selatan rawan terjadinya konflik yang disebabkan SARA. Karenanya mereka mengaku sangat tertarik dengan konsep ronda yang selama ini dinilai efektif mengatasi konflik sosial.

"Lampung Tengah sebelumnya juga wilayah yang rawan konflik sosial. Tapi akhirnya bisa diredam lewat program ronda. Karenanya kami tertarik sekali untuk melakukan penelitian, seperti apa ronda yang dijalankan di Lampung Tengah dan sejauh mana efektifitasnya," katanya.

Penelitian yang dilakukan, lanjutnya, akan diujicobakan di tempat tinggalnya di Patani yang sampai saat ini masih kerap terjadi konflik.

Hal senada diungkapkan Suhailah, mahasiswa lainnya. Mengingat beberapa rekannya mulai menginjak akhir semester dan segera pulang ke kampung halaman, mereka ingin terlebih dahulu mempelajari ronda yang diterapkan Bupati lampung Tengah.

"Bagaimana ronda bisa meningkatkan keamanan dan menekan konflik. Ini yang ingin kami pelajari dan bawa pulang di kampung halaman nanti. Sebelumnya beberapa dari kami juga pernah ikut terjun langsung ronda. Mudah-mudahan pengetahuan dan pengalaman ini bisa membawa manfaat untuk kami," ungkapnya.

Sementara itu Bupati Lampung Tengah Mustafa menyatakan pihaknya menyambut baik keinginan mahasiswa Thailand mempelajari ronda sebagai salah satu kearifan lokal di Indonesia khususnya Lampung Tengah.

Ia menegaskan, ronda adalah salah satu solusi peningkatan keamanan di Lampung Tengah sebagai wilayah terluas di Lampung dan personel keamanannya belum memadai.

"Lampung Tengah dengan 28 kecamatan adalah wilayah terluas di Lampung. Tentunya aparat kepolisian tidak bisa bekerja sendirian menjaga keamanan di sini. Untuk itu ronda menjadi solusinya. Kita gerakkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di wilayahnya masing-masing," katanya.

"Dengan ronda warga jadi kompak. Kumpul bareng dan menjaga keamanan juga bareng. Akhirnya komunikasi dan silaturahmi terjalin dengan baik, sehingga gesekan-gesekan yang menyebabkan konflik dapat berkurang. Inilah salah satu manfaat ronda," tambah Bupati.


(ANTARA)

Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0077 seconds memory usage: 0.46 MB