Selasa, 26 September 2017

BPJS Kesehatan didesak perbanyak kerja sama dengan RS

id BPJS Kesehatan, RS Imanuel, rumah sakit
BPJS Kesehatan didesak perbanyak kerja sama dengan RS
Kartu BPJS Kesehatan elektronik identitas (e-ID) (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Jakarta (Antara Lampung) - Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mendesak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memperluas kerja sama dengan rumah sakit untuk mempermudah masyarakat menjangkau layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
         
"Kepesertaan BPJS Kesehatan semakin meningkat dari tahun ke tahun sehingga perlu jaringan pelayanan kesehatan yang semakin luas," kata Saleh melalui pesan singkatnya diterima di Jakarta Senin.
         
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengimbau rumah sakit untuk membantu program JKN yang sedang dikembangkan pemerintah. Karena itu standar pembiayaan dan pelayanan kesehatan harus benar-benar berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
         
Menurut Saleh, tidak ada satu orang pun yang ingin jatuh sakit. Karena itu, setiap orang yang sakit pasti adalah orang yang betul-betul membutuhkan pertolangan. (Baca :Kualitas pelayanan RS Imanuel dinilai memuaskan)
         
Saleh mengatakan memang ada rumah sakit yang enggan untuk bekerja sama dengan BPJS kesehatan, karena menilai keuntungannya tidak terlalu banyak.
         
"Padahal, pemegang kartu BPJS Kesehatan gratis tidaklah gratis begitu saja. Untuk tahun 2017 saja, anggaran untuk BPJS kesehatan untuk penerima bantuan iuran sudah mencapai Rp34 triliun," tuturnya.
         
Terkait kejadian yang dialami bayi Deborah, Saleh meminta Kementerian Kesehatan untuk menginvestigasi secara serius agar kejadian serupa tidak terulang.
         
"Investigasi bisa melibatkan perkumpulan rumah sakit yang ada. Bila ada prosedur pelayanan yang dilanggar, Kementerian Kesehatan harus menjatuhkan sanksi tegas," ujarnya.

ANTARA

 

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0106 seconds memory usage: 0.46 MB