Selasa, 26 September 2017

Jejaring Ibu Menyusui Antusias Ikuti Edukasi Gizi

id koordinator damar sofyan hadi
Jejaring Ibu Menyusui Antusias Ikuti Edukasi Gizi
Koordinator Program Lembaga Advokasi Perempuan Damar Lampung Sofyan Hadi (Istimewa)
...Kegiatan ini menjawab salah satu persoalan gizi buruk yang terjadi di Indonesia khususnya Provinsi Lampung...
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Jejaring Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Lampung antusias mengikuti bincang edukasi tentang gizi seimbang pada perempuan dan anak.

"Kegiatan ini menjawab salah satu persoalan gizi buruk yang terjadi di Indonesia khususnya Provinsi Lampung," kata Ahmad Sofiyan Hadi, koordinator Program Lembaga Advokasi Perempuan Damar di Bandarlampung, Sabtu (9/9).

Ia mengungkapkan persoalan gizi pada anak di Lampung mengacu pada Riskesdas 2013 melebihi rata-rata nasional yakni 42,46 persen dari rerata nasional 37,26 persen.

Pihaknya melakukan survei pada dua wilayah yakni di Lampung Tengah dan Bandarlampung.

Menurutnya, gizi buruk pada anak dipengaruhi dari ibu yang sejak remaja kekurangan zat besi sehingga ketika pada kehamilan berdampak pada perkembangan bayi yang kurang maksimal. "Siklus ini terjadi secara terus-menerus," ujarnya lagi.

Pengurus AIMI Cabang Lampung juga Dosen Jurusan Gizi di Poltekkes Tanjung Karang, Anggun Rusyantia mengatakan permasalahan malnutrisi di Indonesia mengakar pada kekurangan asupan energi, defisiensi mikronutrien serta sindrom stunting dan kelebihan gizi.

Ia menyebutkan, periode sejak kehamilan sampai dengan usia 2 tahun disebut periode kritis bagi anak, apabila tidak ada perbaikan dalam periode ini maka gagal tumbuh berlangsung permanen dan tumbuh kembang tidak dapat optimal di tahapan selanjutnya.

"Kekurangan zat besi pada 1000 hari pertama kehidupan manusia akan berdampak pada kekurangan jangka panjang dari fungsi sosio emosional, motorik, kognitif dan fungsi fisiologis lainnya pada tubuh seorang anak," kata Anggun.

ASI, lanjutnya, tidak lagi dapat menyuplai kebutuhan zat besi setelah bayi berusia 6 bulan.

"Intinya, kalau ingin anak cerdas maka cukupi zat besinya sebelum usia 2 tahun dan kejar kecukupan gizinya sampai usia 5 tahun untuk tumbuh tinggi anak," tuturnya.

AIMI Cabang Lampung dan Damar sepakat untuk mendorong Pemerintah Provinsi Lampung agar bersinergitas untuk mengatasi persoalan gizi buruk di Lampung dengan berbagai pihak.


(ANTARA)



Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0086 seconds memory usage: 0.46 MB