Minggu, 24 September 2017

Meski diprotes, Korsel tuntaskan pemasangan anti-rudal

id Rudal, Korsel, anti-rudal, THAAD, misil
Meski diprotes, Korsel tuntaskan pemasangan anti-rudal
Pertahanan peluru kendali mutakhir THAAD (youtube)
Seoul (Antara/Reuters) - Demonstran terlibat bentrokan dengan ribuan polisi di sebuah desa di Korea Selatan, Kamis, saat pemerintah mengerahkan empat peluncur yang tersisa dari sistem pertahanan udara (Hanud) antirudal buatan Amerika Serikat.
        
Sistem antipeluru kendali itu dirancang untuk melindungi wilayah dari ancaman Korea Utara yang meningkat.
        
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengonfirmasi bahwa peluncur tersebut akan dipasang di bekas lapangan golf dekat Kota Seongju, sekitar 217 km selatan Seoul. Sebelumnya, dua perangkat peluncur rudal dan sebuah perangkat radar yang kuat sudah dipasang di lokasi yang sama sebagai bagian dari pranata Pertahanan Wilayah Jarak Tinggi (THAAD).
        
Pada Senin pagi, sekitar 8.000 polisi Korea Selatan berkumpul di desa Soseong-ri, di sepanjang jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju lapangan golf tersebut guna memecah blokade sekitar 300 penduduk desa dan kelompok sipil yang menentang THAAD.
        
Sekitar 38 pendemo terluka dalam bentrokan dengan polisi dan 21 orang dibawa ke rumah sakit, menurut petugas Pemadam Kebakaran Seongju. Tidak ada korban yang mengalami luka parah, kata Kim Jin-hoon.
        
Penduduk Soseong-ri mengatakan mereka tidak memiliki motif politik dalam aksi tersebut. Mereka menentang pengerahan THAAD semata karena kegiatan keseharian mereka terganggu dengan puluhan helikopter militer, bus, dan truk yang melakukan pergerakan melalui kota kecil penghasil melon dan berpenduduk 80 orang itu.
        
THAAD merupakan pranata hanud buatan Lockheed Martin, AS, yang dirancang untuk menembak jatuh rudal jarak pendek hingga menengah yang sedang dalam fase terbang.
        
Keputusan Korea Selatan menggunakan THAAD telah memicu sikap keberatan dari China. Mereka meyakini bahwa radar yang digunakan dalam THAAD dapat digunakan untuk melihat secara mendalam ke wilayah China dan mengganggu keseimbangan keamanan regional.
        
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa penempatan tersebut diperlukan karena ancaman dari Korea Utara, negara yang telah meluncurkan banyak rudal sejak Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mulai menjabat pada awal Mei.
        
Pyongyang juga melakukan uji coba nuklir keenam pada hari Minggu, yang memicu kecaman keras dari Jepang dan AS.
        
Menurut sebuah rancangan undang-undang PBB yang dilihat oleh Reuters pada hari Rabu, AS ingin PBB memberlakukan embargo minyak terhadap Korea Utara, melarang ekspor tekstil negara tersebut dan mempekerjakan warga Korea Utara sebagai bagian dari sanksi baru di Korea Utara.

Antara/Reuters
Roy/T Mutiasari




Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0077 seconds memory usage: 0.46 MB