Rabu, 27 September 2017

Harga daging sapi tinggi, volume penjualan turun

id Daging sapi, usaha penggemukan sapi di Lampung
Harga daging sapi tinggi, volume penjualan turun
Penjualan daging sapi di Pasar Lelang Bandarlampung/file (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)
Bandarlampung (Antara Lampung) - Sejumlah pedagang menyebutkan harga daging sapi di Kota Bandarlampung masih bertahan Rp120 ribu/kg, meski volume penjualan daging sapi cenderung turun. 
    
"Harga sapi naik tipis, dan harga daging ecerannya masih bertahan. Namun, volume penjualan daging yang cenderung turun," kata Andre, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Lelang, Bandarlampung, Sabtu.
    
Ia menyebutkan harga daging sapi masih bertahan tinggi, dan pasokan daging sapi juga lancar.
    
"Membeli sapi dari 'feedloter' juga tak sulit," katanya.
    
Ia menyebutkan harga sapi kini berkisar Rp43.700- Rp44.600/kg, atau naik tipis dibandingkan harga sebelumnya Rp43.700- Rp44.000/kg.
    
Di Lampung terdapat 11 feedloter dengan kapasitas kandang 117.700 ekor. Sapi impor yang digemukkan di Lampung didatangkan dari Australia melalui Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.
    
Karena pembelian daging cenderung turun, ia menyebutkan para pedagang kini sulit menjual daging satu ekor sapi dalam sehari.
    
"Pada hari biasa, saya cuma menjual daging sapi setengah ekor. Saya sama sesama pedagang membeli satu ekor sapi, kemudian dagingnya dibagi dua, selanjutnya djual secara ecer di pasar," katanya.
    
Padahal, ia sebelumnya bisa menjual daging satu sampai dua ekor sapi setiap hari.
    
Lampung adalah salah satu penghasil daging utama di Indonesia, terutama daging sapi impor hasil penggemukan.    
   
Sapi impor didatangkan ke Lampung untuk digemukan di usaha penggemukan sapi. Setelah digemukkan, sapi-sapi itu kemudian dikirimkan ke sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
   
Provinsi Lampung bertekad menjadi lumbung ternak nasional. Lampung bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat saat ini tercatat sebagai lumbung ternak. 

ANTARA

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0071 seconds memory usage: 0.46 MB