Kamis, 17 Agustus 2017

Mahasiswa Lampung Teliti Perilaku Merokok Siswa

id mahasiswa stikes umitra angun
Mahasiswa Lampung Teliti Perilaku Merokok Siswa
Mahasiswi Stikes Umitra Anggun Pretty Wulandari (Humas Umitra)
...Saran untuk para siswa agar lebih banyak mencari informasi tentang bahaya rokok serta menghindari lingkungan yang berpotensi merokok, dan lebih banyak mengikuti kegiatan positif...
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Mahasiswi Kesehatan Masyarakat Umitra Lampung melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok kalangan siswa yang dipengaruhi lingkungan sekitar maupun iklan rokok.

Anggun Pretty Wulandari, mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Umitra Lampung, di Bandarlampung, Kamis, menjelaskan penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok siswa kelas X, dengan mengambil sampel di salah satu SMK Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung, tahun 2017.

Penelitian Anggun tersebut menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional.

Dia menyebutkan, populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X di SMK yang menjadi sampel penelitian. Jumlah populasi 301 responden dengan sampel yang digunakan sebanyak 172 responden. Analisa data menggunakan chi square.

Anggun menyampaikan bahwa merokok merupakan salah satu kekhawatiran terbesar dunia kesehatan karena menyebabkan hampir enam juta orang meninggal dalam setahun.

Indonesia menduduki peringkat satu dunia untuk jumlah pria perokok di atas usia 15 tahun.

Ia menyatakan, Provinsi Lampung terletak pada urutan tertinggi proporsi usia mulai merokoknya pada rentang usia 15-19 tahun sebanyak 60,9 persen.

Proporsi penduduk yang merokok di atas usia 15 tahun yang mulai mengkhawatirkan di Kabupaten Tulangbawang Barat dengan persentase di atas 20 persen rata-rata nasional.

Hasil penelitiannya, diperoleh sebanyak 90,7 persen responden adalah perokok.

Anggun merincikan hasil penelitiannya, yaitu ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, iklan rokok, pengaruh orang tua dan pengaruh teman sebaya terhadap perilaku merokok para pelajar itu.

"Saran untuk para siswa agar lebih banyak mencari informasi tentang bahaya rokok serta menghindari lingkungan yang berpotensi merokok, dan lebih banyak mengikuti kegiatan positif," ujar Anggun pula.

 (ANTARA)

Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.01 seconds memory usage: 0.35 MB