Kamis, 17 Agustus 2017

Presiden Ingatkan Daerah Ancaman Karhutla Meningkat

id presiden dan museum, presiden joko widodo, resmikan museum, yogyakarta
Presiden Ingatkan Daerah Ancaman Karhutla Meningkat
Presiden Joko Widodo (FOTO: ANTARA)
...Saya ingatkan kembali bahwa kejadian kebakaran seperti yang lalu-lalu harus sudah stop, kata Presiden Jokowi...
Surakarta  (ANTARA Lampung) - Presiden Joko Widodo mengingatkan para pimpinan di daerah terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini meningkat pada sejumlah daerah di Indonesia.

"Saya ingatkan kembali bahwa kejadian kebakaran seperti yang lalu-lalu harus sudah stop," kata Presiden Jokowi ditemui usai meresmikan Museum Keris Nusantara di Jalan Bhayangkara, Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (9/8).

Presiden menyatakan sudah memerintahkan Menkopolhukam Wiranto untuk mengundang pangdam, kapolda, danrem, kapolres, dandim, dan kepala daerah untuk diingatkan kembali mengenai ancaman karhutla.

"Ya, ini secepat-cepatnya saya sudah memerintahkan Menkopolhukam untuk mengundang pangdam, kapolda, danrem, kapolres, dandim, dan kepala daerah untuk saya ingatkan kembali bahwa kejadian kebakaran seperti yang lalu-lalu harus sudah stop," kata Jokowi.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan dan Sumatera terus meningkat berkaitan dengan puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada September.

"Potensi kebakaran hutan dan lahan akan terus meningkat. Puncak kemarau diprediksi pada September mendatang, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan juga makin meningkat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Minggu (6/8).

Hingga saat ini lima provinsi telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, yaitu Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Di Kalimantan Barat terdapat lima kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, yaitu Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sekadau, Melawi, dan Bengkayang.

Sutopo memaparkan lokasi hotspot atau titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan berada pada lahan perkebunan swasta, lahan milik masyarakat, dan taman nasional.

"Plotting lokasi hotspot tahun 2015, 2016 dan 2017 menunjukkan lokasi kebakaran hutan dan lahan ada selalu berulang setiap tahun seperti di Taman Nasional Tesso Nelo, OKI, daerah perbatasan antara Riau dan Jambi, dan beberapa daerah lainnya," kata Sutopo.

Dia menjabarkan secara nasional terpantau 282 sebaran titik panas dengan terbanyak di Kalimantan Barat 150 titik panas, Sumsel (23), Riau (16), Sulsel (18), dan lainnya.

Sutopo mengatakan terdapat tambahan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan yakni di wilayah Kabupaten Ogan Ilir mulai terjadi Sabtu (5/8) pukul 14.00 WIB, dan ada pula yang terbakar mulai pukul 16.00 WIB hingga kebakaran semakin membesar.

Sutopo mengatakan patroli dan pencegahan makin diintensifkan. BPBD Jambi dan BPBD Sumatera Selatan mengajukan tambahan helikopter water bombing agar dapat lebih mengefektifkan pemadaman.

Lokasi kebakaran hutan dan lahan sebagian besar di daerah-daerah yang terbatas aksesibilitas.

Beberapa kendala dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan, antara lain luas daerah yang harus dijaga, keterbatasan sarana, prasarana dan anggaran bagi petugas di lapangan, cuaca kering, sumber air terbatas, dan lokasi kebakaran sulit dijangkau.

(ANTARA)


Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0098 seconds memory usage: 0.37 MB