Senin, 21 Agustus 2017

SD Filial Waykanan Butuhkan Buku Pelajaran

id sd filial wayka
SD Filial Waykanan Butuhkan Buku Pelajaran
Suasana belajar mengajar Sekolah Dasar (SD) Filial Tanjungraja Sakti, Kecamatan Blambanganumpu, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung (FOTO: ANTARA Lampung/Emir FS)
Waykanan, Lampung  (ANTARA Lampung) - Sekolah Dasar Filial Tanjungraja Sakti, Kecamatan Blambanganumpu, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung membutuhkan buku-buku pelajaran dan perpustakaan.

Seorang guru di SD tersebut, Alam Hadi, Minggu mengatakan sekolah filial kelas jauh dengan jumlah siswa 51 orang yang terbagi menjadi 6 kelas itu hanya terdapat tiga orang guru pengajar.

Dalam satu ruang belajar terpaksa digunakan untuk dua kelas sekaligus. Itu pun dengan kondisi sekolah ala kadarnya berdinding papan serta minimnya fasilitas penunjang seperti buku-buku pelajaran dan perpustakaan.

"Buku pelajaran sebenarnya kami punya tetapi materinya sudah habis dan sudah diajarkan ke anak-anak. Jadi karena tidak ada buku lainnya lagi maka guru-guru di sini mengulangi lagi materi pelajaran meskipun sudah diajarkan," kata Alam Hadi.

Guru lainnya, Yuliati mengatakan untuk mengatasi buruknya kondisi sekolah, wali murid dan masyarakat setempat sudah gotong-royong dan membantu bangunan sekolah secara swadaya.

"Wali murid mau memberikan sumbangan untuk membeli bahan material seperti kayu papan dan asbes. Tapi karena yang dibutuhkan masih banyak sehingga sampai saat ini masih belum berbuat apa-apa. Kayu yang sudah dibeli masih kami simpan. Jangan ditanya lagi Pak, kalau hujan pasti bocor,"kata dia.

Sekolah tersebut berada di Dusun V, Tanjungraya Sakti, Kecamatan Blambanganumpu, dengan waktu tempuh dari jalan lintas Sumatera sekitar dua jam, dan akses jalan yang licin jika hujan dan perbukitan sehingga memaksa siapa pun yang ingin menuju ke daerah itu harus berjalan kaki atau sepeda motor trail.

Sementara itu, penggiat literasi Waykanan Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa sekolah filial adalah sekolah yang dibuat karena keterbatasan jarak atau tempat tinggal siswa yang jauh berada di daerah pelosok dan terpencil. Namun pemerintah punya tanggung jawab besar khususnya dalam hal pemerataan akses pendidikan tanpa kenal jarak atau tempat.

"Ini penting disampaikan kepada banyak pihak termasuk pemerintah bahwa sekolah yang ada di daerah terpencil juga harus diperhatikan baik dalam hal sarana kebutuhan belajar maupun SDM serta kesejahteraan pengelola dan pengajarnya. Sebab siswa sekolah seperti di SD Filial Tanjungraja Sakti ini adalah kategori anak-anak PLK (Pendidikan Layanan khusus) seperti dalam UU Sisdiknas pasal 32 ayat 2," kata Eko yang pernah menjadi juara 1 pengelola Taman Baca Masyarakat se-Provinsi Lampung itu.

Eko juga menceritakan, untuk menjangkau SD Filial Tanjungraja Sakti tidak mudah. Butuh perjuangan serta kondisi kendaraan yang bagus.

"Saya pernah ke sekolah itu. Satu kardus buku saya berikan sebagai bentuk sumbangsih atas keprihatinan kondisi sekolah di situ. Beberapa kali saya harus turun dan menuntun motor yang saya kendarai karena kondisi jalan cukup terjal dan berbatu. Guru di situ juga cerita jalan akan lebih parah jika turun hujan," kata dia.

Dihubungi terpisah, Bupati Waykanan Raden Adipati Surya menegaskan bahwa pendidikan adalah salah satu program prioritas yang dilaksanakan oleh pemkab dan dirinya berusaha memastikan seluruh sekolah dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran tanpa terkendala sarana dan prasarana.

"Bagi sekolah yang masih kekurangan baik infrastruktur dan sarana prasarananya, akan kita bantu dengan segala kemampuan," kata dia.

(ANTARA)

Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0083 seconds memory usage: 0.35 MB