Jumat, 18 Agustus 2017

Gunakan masker, 90 persen polusi disebabkan kendaraan

id Polusi, truk, asap, pencemaran, jalinsum
Gunakan masker, 90 persen polusi disebabkan kendaraan
Jalinsum Bandarlampung-Panjang-Bakauheni makin ramai dilewati truk besar yang menyemburkan asap sangat pekat. Pemprov Lampung diminta menindak setiap kendaraan yang melanggar ambang batas emisi kendaraan tersebut. (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)
Jakarta (Antara Lampung) - Dokter spesialis paru RS Persahabatan dr. Agus Dwi Susanto mengatakan pencegahan dampak berbahaya polusi udara dapat dilakukan dengan penggunaan alat pelindung diri seperti masker.
        
"Sumbernya polusi udara 90 persen dari kendaraan. Selain pengendalian polusi tingkat pemerintahan, juga aspek orangnya yang terekspos menggunakan alat pelindung diri," ucap dia di Jakarta, Selasa.
        
Pelindung diri berupa masker yang memiliki filtrasi, mampu melindungi diri dari udara terpolusi sehingga tidak terpapar dalam dosis besar.
        
Dengan meminimalkan polusi udara yang masuk ke saluran napas, berbagai penelitian menunjukkan dalam jangka pendek dapat mengurangi timbulnya keluhan masalah pernapasan.
        
"Lima dari enam orang risiko jauh lebih berkurang tidak menderita infeksi saluran pernapasan dengan masker," tutur dr. Agus.
        
Untuk itu, masker disarankan diapakai dalam kehidupan sehari-hari khususnya di lingkungan perkotaan dengan polusi tinggi untuk perlindungan diri.
        
Upaya lain pencegahan terkena dampak polusi udara, tutur Agus, adalah mengurangi kegiatan di luar ruangan saat polusi udara sedang tinggi, seperti pada siang hari.
        
"Mengolah waktu usahakan bekerja di luar ruangan seminimal mungkin di daerah terpapar polusi di ruang terbuka. Misalnya olahraga jangan siang hari," kata dia.
        
Menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, makan makanan bergizi dan olahraga teratur juga mengurangi risiko dampak bahaya polusi udara.
        
Selanjutnya, deteksi dini perlu dilakukan saat timbul gejala gangguan pernapasan atau gejala yang membuat merasa tidak nyaman agar dapat ditangani lebih dini.
        
Untuk orang yang sudah mempunyai penyakit pernapasan, sebaiknya menimimalkan dampak polusi agar penyakitnya tidak menjadi lebih parah.
 
ANTARA

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0132 seconds memory usage: 0.35 MB