Minggu, 24 September 2017

Psikolog: Jangan Anggap Bercanda Teman Cerita Depresi

id psikolog Marielly Djaprie
Psikolog: Jangan Anggap Bercanda Teman Cerita Depresi
Liza Marielly Djaprie. (youtube.com)
...Jangan dianggap bercanda kalau teman atau saudara sudah ngomong atau teriak minta tolong atas depresi yang dialaminya...
Jakarta (ANTARA Lampung) - Psikolog klinis Liza Marielly Djaprie mengatakan sebaiknya tidak menganggap cerita teman atau anggota keluarga mengenai depresi yang dialaminya hanya sebagai hal sepele atau sekedar bercanda.

"Jangan dianggap bercanda kalau teman atau saudara sudah ngomong atau teriak minta tolong atas depresi yang dialaminya," ujar dia di Jakarta, Senin (24/7).

Depresi, ujar Liza, membuat seseorang merasa tidak memiliki jalan keluar dari masalah yang dimiliki sehingga perlu bantuan orang lain saat mengungkapkan depresinya.

Lingkungan memiliki peran penting dalam membantu seseorang mengatasi depresinya, salah satunya dengan mendekati dan mengajak membicarakan beban yang dimiliki agar tidak tenggelam dalam masalahnya sendiri.

"Perhatikan perubahan perilaku, misalnya menutup diri, kehilangan minat dan hobi, kebiasaan sehari-hari kalau biasanya bekerja jadi ogah-ogahan. Mulai didekati dan ditanya untuk membuka kesempatan penderita berbicara," ucap Liza.

Ia menuturkan penderita depresi parah dapat disembuhkan dengan bantuan obat-obatan, sementara untuk depresi bisa dilakukan terapi atau konseling pemberdayaan individu.

Saat melakukan terapi atau konseling, pikiran penderita depresi akan teralih sehingga tidak hanya berkutat dengan masalah-masalah yang membebaninya.

Adapun untuk depresi karena trauma masa lalu dapat disembuhkan dengan konseling hipnoterapi yang membuat penderita kembali ke masa lalu dan memaafkan apa yang terjadi.

Namun, terapi harus dilakukan secara konsisten dan dalam jangka waktu lama untuk kesembuhan pasien. Inkonsistensi pasien dalam menjalani terapi atau konseling menjadi hambatan untuk kesembuhannya.

"Tidak bisa penderita sekali langsung sembuh, terapi kasus psikologis harus rutin datang. Sulit kalau tidak punya komitmen. Di sinilah fungsi dukungan sosial untuk mengingatkan," kata Liza.

(ANTARA)
 

Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0081 seconds memory usage: 0.46 MB