Kamis, 17 Agustus 2017

Produksi teri Pulau Pasaran terkendala garam

id teri, Pulau Pasaran, stok garam
Produksi teri Pulau Pasaran terkendala garam
Sarnoto, perajin dan agen ikan teri asin di Pulau Pasaran, sedang mengecek kekeringa ikan asinnya. (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)
Bandarlampung (Antara Lampung) - Sejumlah perajin menyebutkan produksi ikan teri asin Pulau Pasaran dalam seminggu terakhir bisa mencapai empat ton per hari, namun kini peningkatan produksinya terkendala pada harga garam yang melambung.
        
"Kami tak bisa mengurangi kadar keasinan ikan teri karena akan berpengaruh terhadap mutunya, seperti lebih cepat busuk atau rusak," kata Waskarah, salah satu perajin ikan asin di Pulau Pasaran, Bandarlampung, Senin.
        
Ia menyebutkan untuk mengasinkan ikan teri sebanyak 100 kg dibutuhkan garam minimal 50 kg.
        
"Kami tak berani menurukan kadar garamnya, karena akan merusak mutu ikan," katanya.
        
Dia menyebutkan harga sekarang mencapai Rp5.000/kg, padahal sebelumnya hanya Rp1.000/kg.
        
Ia menyebutkan produksi ikan asin di Pulau Pasaran berangsur membaik, sedang dirinya sekarang mampu menghasilkan ikan asin sekitar 500 kg yang dikirimkan ke Jakarta.
        
Harga ikan teri asin berkisar Rp40.000- Rp70.000/kg.
        
"Mutu ikan sedang baik. Harga teri jengki asin di bawah Rp40.000/kg, sedang teri nasi mencapai Rp70.000/kg. Namun, produksi sekarang belum sebanyak tahun lalu," katanya.
        
Perajin ikan asin lainnya, Sarnoto, menyebutkan, dibutuhkan 100 kg garam untuk merebus ikan teri segar dalam 100 liter air, agar mutu ikan terjamin dengan tingkat keasinan yang cukup baik.
        
"Kita tidak bisa turunkan kadar keasinannya karena akan berdampak terhadap mutu ikan, juga tidak boleh terlalu asin. Kami mengasinkan ikan sesuai standar, namun sekarang terkendala pada harga garam," katanya.
        
Sehubungan itu, ia mengharapkan pemerintah segera menjaga kestabilan pasokan dan garam, agar usaha pembuatan ikan asin bisa bertahan di tengah gencarnya persaingan dengan usaha ikan asin negara lain.

ANTARA
 

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0081 seconds memory usage: 0.35 MB