Kamis, 17 Agustus 2017

Pemerintah Turki dikritik, redaktur surat kabar ditahan

id Turki, kudeta Turki
Pemerintah Turki dikritik, redaktur surat kabar ditahan
Setelah kudeta gagal, sebanyak 10.400 orang ditahan, demikian data yang diberikan oleh Presiden Erdogan. Sebanyak 100 orang yang ditahan adalah jenderal. (Reuters/Murad Sezer/sputniknews.com)
...Turki sebagai penahan wartawan terbesar di dunia, dengan sekitar 160 orang ditahan.
Ankara (Antara/Reuters) - Pihak berwenang Turki secara singkat menahan redaktur surat kabar daerah mengenai kolom tulisannya, yang mengkritik pemerintah karena melebih-lebihkan pentingnya usaha kudeta pada tahun lalu.
        
Yeliz Koray, redaktur surat kabar "Kocaeli Koz" di provinsi barat laut, Izmit, ditangkap di rumahnya pada Sabtu malam, kata surat kabar tersebut.
        
Koray mengatakan di Twitter pada Minggu bahwa dia dibebaskan dengan syarat pengawasan pengadilan, yang berarti perlu secara teratur melapor ke pihak berwenang.
        
Dalam kolom berjudul "Saya Akan Makan Epik Anda", Koray mengkritik pemerintah atas yang dia katakan terlalu melebih-lebihkan peristiwa 15 Juli tahun lalu tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak sepenting Perang Dunia I dan pertempuran besar dalam sejarah Turki.
        
Kolom tersebut juga mengatakan bahwa pemerintah tidak melakukan hal yang cukup untuk mengungkapkan apa yang terjadi pada malam hari, ketika tentara yang membelot mengomandoi tank dan pesawat untuk menggulingkan Erdogan.
        
Sekitar 250 orang terbunuh, banyak di antara mereka adalah warga tidak bersenjata.
        
Ratusan ribu orang Turki berkumpul untuk memperingati ulang tahun kudeta yang gagal tahun lalu dalam sebuah dukungan massa untuk Presiden Tayyip Erdogan yang memicu perpecahan di masyarakat akibat pembersihan yang meluas.
        
Sebagai akibat dari kudeta itu, sekitar 150.000 orang telah dipecat atau diskors dari pekerjaan di sektor sipil dan swasta dan lebih dari 50.000 orang ditahan karena diduga memiliki hubungan dengan kudeta, termasuk anggota kelompok hak asasi manusia lokal seperti Amnesty International.
        
Pembersihan tersebut, yang menyebabkan penahanan banyak wartawan dan menyebabkan penutupan sekitar 130 media, telah mengejutkan sekutu Turki di Barat dan kelompok hak asasi manusia, yang mengatakan Erdogan menggunakan kudeta tersebut sebagai dalih untuk memberangus perbedaan pendapat.
        
Komite Pelindung Wartawan yang berbasis di New York menyebut Turki sebagai penahan wartawan terbesar di dunia, dengan sekitar 160 orang ditahan.
       
 
ANTARA/REUTERS
GNC Aryani/B Soekapdjo




Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0105 seconds memory usage: 0.35 MB