Minggu, 20 Agustus 2017

17 Jalan Kota Bandarlampung Akan Diperlebar

id wali kota dan pt smi
17 Jalan Kota Bandarlampung Akan Diperlebar
Wali Kota Bandarlampung Herman HN memberikan keterangan kepada wartawan (FOTO: ANTARA Lampung/ist)
...Tahun ini akan ada 17 jalan yang diperlebar, di antaranya Jalan Sultan Agung, Jalan Malahayati dan Jalan Imba Kusuma, kata Herman...
Bandarlampung  (ANTARA Lampung) - Sebanyak 17 ruas jalan di Kota Bandarlampung akan diperlebar untuk mengatasi masalah kemacetan arus lalu lintas yang kerap terjadi di ibu kota Provinsi Lampung.

"Tahun ini akan ada 17 jalan yang diperlebar, di antaranya Jalan Sultan Agung, Jalan Malahayati dan Jalan Imba Kusuma," kata Wali Kota Bandarlampung Herman HN di di Bandarlampung, Jumat.

Dia mengatakan, pelebaran jalan ini akan menggunakan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp237 miliar.

Ia melanjutkan, dana pinjaman ini termasuk untuk pelebaran jalan, bukan hanya untuk membuat jalan layang, melainkan juga "underpass" atau jalan melintang di bawah jalan lain.

"Bukan hanya dua jalan layang dan dua `underpass` yang dibangun, melainkan pelebaran jalan di 17 tempat," kata dia.

Jalan layang akan dibangun di Jalan ZA Pagar Alam dengan panjang sekitar 350 meter, dan lebar 12 meter. Sementara "underpass" akan berada di depan Universitas Lampung dan Jalan Pramuka yang juga akan dibangun jalan layang.

"Apa yang dilakukan ini untuk mengatasi masalah kemacetan, apalagi jumlah kendaraan di Kota Bandarlampung semakin tinggi," kata dia.

Pada hari ini Pemkot Bandarlampung pun telah resmi menandatangani nota kesepahaman dengan PT SMI yang artinya pinjaman yang diajukan oleh pemkot telah disetujui.

Dengan diberikannnya pinjaman ini, percepatan pembangunan di Kota Tapis Berseri akan lebih cepat dilakukan sehingga masyarakat bisa merasakannya tanpa harus menunggu waktu 10 tahun.

"Kita menginginkan agar masyarakat bisa cepat merasakan infrastruktur yang baik, sebab apa yang dilakukan pemkot ini untuk kepentingan warga Kota Bandarlampung," kata dia.

Sementara itu, sejumlah warga berharap Pemkot Bandarlampung pun segera mengatasi kemacetan di Jalan Sultan Agung, terutama sebelum rel kereta api dari arah pertigaan Jl ZA Pagaralam dan Jalan Teuku Umar.

"Meski nanti ada jalan layang yang melintas di sana, tetapi kemacetan di titik tersebut pasti akan tetap terjadi, karena sebagian kendaraan banyak berputar sebelum rel kereta api guna menuju Mall Boemi Kedaton. Belum lagi kala kereta pengangkut batubara melintas, kemacetan kian parah," kata Udin, warga Kotasepang, Bandarlampung.

Semestinya, lanjut dia, dibuatkan jalan layang atau "underpass" di daerah tersebut agar kendaraan tidak terjebak kemacetan apalagi saat ada kereta melintas.  (Ant)
 

Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0148 seconds memory usage: 0.35 MB