Jumat, 21 Juli 2017

Harga Unggas di Bandarlampung Mulai Naik

id ayam, ayam potong, ayam kampung, bebek
Harga Unggas di Bandarlampung Mulai Naik
Ilustrasi ayam kampung (ist)
...Kami hanya mengambil untung sedikit serta keuntungan dari jasa menyembelih dan membersihkan bulu serta memotong-motongnya...
Bandarlampung,  (ANTARA Lampung) - Harga sejumlah unggas pada beberapa pasar di Bandarlampung mulai mengalami kenaikan menyusul berkurangnya pasokan dari peternak atau warga yang menjual serta dipicu untuk dijual jelang Ramadhan.

"Kenaikan ayam kampung per ekor berkisar Rp3000 sampai Rp10 ribu. Karena pasokan agar berkurang. Kemungkinan peternak atau warga menahan untuk dijual menjelang Ramadhan atau Idul Fitri," kata Sugito, pedagang ayam kampung dan unggas lainnya sekaligus menyediakan jasa penyembelihan, di Pasar Waykandis, Bandarlampung, Rabu.

Ia menjelaskan, biasanya pemasok mengantarkan ayam kampung beraneka ukuran, bahkan ada yang terkecil dengan harga jual darinya Rp35 ribu per ekor. Namun kini rata-rata ukurannya lebih besar.

"Mungkin peternak memelihara ayam ukuran kecil hingga puasa atau Lebaran, jadi harga jualnya bisa dua kali lipat," kata dia.

Sedangkan untuk bebek atau itik ia menjualnya Rp60 ribu hingga Rp75 ribu tergantung ukurannya. "Kalau bebek agak stabil saat ini. Tetapi saya prediksikan menjelang puasa akan naik harganya," kata dia.

Sementara pedagang unggas di Pasar Wayhalim, Bandarlampung, Fahrul mengatakan hal serupa bahwa pasokan agak berkurang sehingga terjadi kenaikan harga. "Harga naik dari pemasok. Kami juga mencari ke kampung-kampung, dan di sana pun agak kesulitan karena tidak begitu banyak persediaan seperti biasanya," kata dia.

Terkait harga bebek yang lebih mahal dibandingkan di tempat lain hingga mendekati harga Rp100 ribu per ekor, ia pun mengakui dari pemasoknya yang sudah tinggi.

"Kami hanya mengambil untung sedikit serta keuntungan dari jasa menyembelih dan membersihkan bulu serta memotong-motongnya," kata dia.

Pedagang di Pasar Untungsuropati, Bandarlampung pun mengakui ada kenaikan sedikit harga jual ayam kampung. "Saya beli di kampung sudah tinggi, hanya mengambil untuk sekitar lima ribu," kata Narsih (45) pedagang aneka sayuran yang juga menjual ayam dalam jumlah tidak begitu banyak dan tidak menyediakan jasa penyembelihan.

Ny Hasni, warga Waykandis, Bandarlampung mengaku agak terkejut dengan kenaikan harga tersebut. "Baru minggu lalu beli babon masih Rp60 ribu dengan ongkos potong, sekarang sudah Rp65 ribu," kata dia.*

Editor: Triono Subagyo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0087 seconds memory usage: 0.35 MB