Sabtu, 24 Juni 2017

Pembicaraan perdamaian Suriah berakhir positif

id Perang Irak dan Suriah, Suriah
Pembicaraan perdamaian Suriah berakhir positif
Tentara Suriah membentuk pos jaga di desa Sakan al-Shababi bagian timur Aleppo, setelah merebutnya dari militan pada 2 Desember 2016 (AFP/presstv.ir)
Jenewa (Antara/Xinhua-OANA) - Babak paling akhir pembicaraan perdamaian antar-orang Suriah berakhir pada Jumat (3/3), dan Utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura memuji kemajuan yang dicapai sejak perundingan dimulai pekan lalu.
        
"Saya benar-benar mau menyampaikan penghargaan saya kepada semua undangan Suriah karena terlibat dengan saya dan rekan saya dalam pembahasan serius selama sembilan hari belakangan ini," kata Utusan Khusus PBB tersebut.
        
"Kami memang membahas prosedur, yang tak terelakkan setelah 10 bulan, tapi kami juga membahas masalah dasar," ia menambahkan.
        
Menurut de Mistura, yang bertindak sebagai penengah antara delegasi yang bertikai, pertemuan bilateral menghasilkan garis besar yang akan membentuk tulang punggung bagi babak pembicaraan masa depan.
        
"Saya kira dan percaya bahwa kami memiliki agenda yang jelas sekarang di depan kami," kata de Mistura.
        
Itu semua memerlukan penanganan apa yang ia sebut "empat keranjang", yang berkaitan dengan anasir utama yang diletakkan di dalam Resolusi 2254 Dewan Keamanan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Anasir tersebut adalah pembentukan pemerintah yang melibatkan banyak pihak dan dapat dipercaya, pemilihan umum yang diawasi PBB dan dirancangnya undang-undang dasar baru.
        
Dimasukkan "keranjang" keempat dan terakhir, yang berkaitan dengan masalah kontra-terorisme, dapat dipandang sebagia kemenangan bagi delegasi Pemerintah Suriah, yang telah berusaha menjadikan topik kontroversial itu sebagai prioritas babak pembicaraan pada masa lalu.
        
"Kami telah membahas masalah dasar semua keranjang ini, yang ditetapkan oleh masukan PBB. Kami telah mampu untuk secara aktual memandang posisi yang diberitahu oleh semua pihak dan kami telah mengajukan beberapa pendapat berdasarkan babak pembicaraan terdahulu," tambah de Mistura.
        
Utusan Khusus tersebut memuji kenyataan bahwa semua delegasi yang bertentangan duduk berhadapan di ruang yang sama dalam upacara penyambutan --yang menandai awal pembicaraan pada 23 Februari, peristiwa yang dapat dipandang sebagai tanda bahwa pembahasan langsung tersedia.
        
Ia juga mengatakan kemajuan telah dibuat dalam pembentukan oposisi Suriah bersatu, melalui pekerjaan lain yang perlu dilakukan untuk mewujudkan itu.
        
Meskipun pembicaraan langsung antara delegasi Pemerintah Suriah dan oposisi belum terjadi, de Mistura mengingatkan proses tersebut tetap menjadi salah satu sasaran bagi pembahasan yang berusaha menengahi akhir politik bagi konflik enam-tahun di Suriah.

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0119 seconds memory usage: 0.36 MB