Jumat, 28 April 2017

Dua Perupa Lampung Terpilih Ikuti Pameran Nusantara

id Dua Perupa Lampung Pameran Galeri Nasional, Perupa Lampung Lolos ke Jakarta, Pameran Perupa Lampung di Jakarta, Pameran Nusantara
Dua Perupa Lampung Terpilih Ikuti Pameran Nusantara
Perupa Lampung Ari Susiwa Manangisi menyodorkan karya instalasi (tiga dimensi) bertajuk "Ancaman dari Rest Area" ke Pameran Nusantara di Jakarta. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Dua perupa Lampung Ari Susiwa Manangisi dan Bunga Ilalang berhasil lolos kurasi dan berhak mewakili Lampung mengikuti gelaran pameran dua tahunan (biennal) Pameran Nusantara 2017 di Galeri Nasional, Jalan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta, 7-27 Maret 2017.

Kedua perupa Lampung di Bandarlampung, Senin (27/2), membenarkan telah mendapatkan pemberitahuan berhasil lolos kurasi yang diikuti ratusan orang perupa dari seluruh Indonesia yang memenuhi undangan terbuka (open call) digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Galeri Nasional Indonesia (GNI) dengan tema "REST AREA-Perupa Membaca Indonesia".

Dalam seleksi ini Ari Susiwa Manangisi menyodorkan karya instalasi (tiga dimensi) bertajuk "Ancaman dari Rest Area."

Karya berupa visual bangunan penjara di atasnya ada tumpukan ganja, ekstasi, sabu-sabu, dan bong yang hampir menutupi bendera Merah Putih.

Tiga ruang penjara ada tulisan berbeda diterangi lampu. Ada tiga pintu berbeda ukuran gemboknya, dan tertera tulisan narkoba, koruptor, dan hukuman mati.

Dalam karyanya ini, perupa yang pernah berpameran di Beijing itu menyindir ketidakpastian dan lemahnya perangkat hukum di Indonesia. Realitas yang jadi bidikannya adalah bisnis narkoba dan koruptor yang merajalela, bahkan bisa dikendalikan dari bilik penjara.

"Apakah penjara hanya sekadar rest area bagi para aktor. Tetapi dari rest area ini, justru para penjahat dengan leluasa mengendalikan bisnisnya dan merongrong negara. Bisa jadi mereka akan `menghilangkan` Indonesia dari peta dunia, dari dalam penjara," ujar Ari Susiwa yang menggugat kondisi itu lewat karya seni instalasinya itu pula.

Sedangkan Bunga Ilalang, dengan karya lukisannya bertajuk "Monalisa Co-Wife". Pelukis yang karyanya "Hanoman" menjadi salah satu koleksi Gubernur Jambi Zumi Zola dalam ajang pameran Biennal Sumatera #3 ini, mencoba mematahkan mitos Monalisa itu selalu tersenyum manis kepada siapa pun.

"Kali ini dalam lukisan saya, anda tak bakalan menemukan senyum Monalisa yang melegenda itu. Anda penasaran kan. Saya nggak mau berkomentar banyak, lihat sendiri lukisan `Monalisa Co-Wife," ujar Bunga pelukis yang aktif ikut berpameran itu lagi.

Kepala Galeri Nasional Tubagus Sukmana dalam penjelasan tentang pameran di Galeri Nasional itu menyatakan proses seleksi yang dikuratori oleh Suwarno Wisetrotomo, Sudjud Dartanto, dan asisten kurator Bayu Genia K terpilih 100 orang perupa dari 26 provinsi yang bakal menampilkan karya rupa baik dua dimensi maupun tiga dimensi.

"Pameran ini bertujuan untuk wadah silaturahmi agar terjalin komunikasi dan interaksi antarpara perupa Nusantara. Muara akhirnya tentu untuk memajukan dunia seni rupa Indonesia," ujar Andre panggilan karib Tubagus Sukmana dari GNI itu pula.

Editor: Budisantoso Budiman

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0155 seconds memory usage: 0.35 MB