Rabu, 27 September 2017

Kim Jong Nam pernah memohon keselamatan jiwanya (2)

id Korea Utara, Kim Jong Nam
Kim Jong Nam pernah memohon keselamatan jiwanya (2)
Kim Jong-nam (theoslotimes.com)
Seoul (Antara/Reuters) -  Setelah peristiwa Disneyland, Kim Jong Nam lebih banyak menghabiskan hidup di luar negeri, semula di China kemudian di Makau.
        
Dinas Rahasia Korea Selatan mengatakan bahwa dia memiliki istri dan anak-anak baik di Beijing maupun di Makau.
        
"Berhubung saya berpendidikan Barat, saya bisa menikmati kebebasan sejak usia muda dan saya suka hidup bebas," katanya dalam catatan bagi wartawan Jepang Yoji Gomi yang menulis buku biografi Kim Jong Nam pada 2012.
        
"Alasan saya sering mengungjungi Makau adalah karena di situ adalah tempat yang paling bebas dan liberal di dekat China, tempat keluarga saya tinggal."
   
Pengacara di Korea Selatan mengatakan bahwa pemimpin muda dan yang tidak bisa diduga, Kim Jong Un mengeluarkan perintah pembunuhan bagi kakak tirinya, setelah dia berkuasa, dan sudah terjadi usaha pembunuhan yang gagal pada 2012.
        
"Kim Jong Un mengatakan,' Saya benci dia. Maka singkirkan dia,'" kata Kim Byung-kee, salah seorang pengacara, mengutip pernyataan seorang agen mata-mata mengenai perintah tersebut.
        
Sejumlah pengamat mengatakan bahwa Jong Un yakin bila saudara tirinya itu bisa menggulingkan rejimnya.
        
Setelah perintah itu, Kim Jong Nam tidak pernah menetap lama di suatu tempat dan sering bepergian antar-negara di Asia dan China.
        
"Saya kakak tirinya tetapi tidak pernah bertemu dengannya, sehingga saya tidak mengenalnya," ata Kim Jong Nam kepada Gomi.
       
"Saya khawatir, bagaimana Jong Un, yang mirip kakek, dapat memenuhi keinginan rakyat Korea Utara. Kim Jong Un masih dipandang namanya saja sementara elit penguasa lain yang sesungguhnya memegang kekuasaan. Dinasti kekuasaan menjadi lelucon di dunia luar."
   
Dia menambahkan, "rezim Kim Jon Un tidak akan abadi. Tanpa reformasi, Korea Utara akan ambruk, dan ketika peluang seperti itu terjadi, rezimnya akan ambruk."

Penerjemah : M. Dian A/M. Anthoni

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0069 seconds memory usage: 0.45 MB