Selasa, 26 September 2017

Pemkot Metro Minta Sertani Dampingi Petani Kuasai Teknologi

id HUT Sertani Lampung, Sertani Lampung, Sertani
Pemkot Metro Minta Sertani Dampingi Petani Kuasai Teknologi
Perayaan hari jadi Sertani ke-18 di Provinsi Lampung digelar di Wisma Centrum Sinode Jalan Yos Sudarso Kota Metro, Lampung, Selasa (23/8). (FOTO: ANTARA Lampung/Muklasin)
Menurut dia, Sertani adalah awal pintu masuk kesejahteraan bagi petani, sehingga petani saat ini mulai merasakan manfaat keberadaannya apalagi saat ini semangat perjuangan Sertani adalah kesejahteraan petani.
Metro, Lampung (ANTARA Lampung) - Dinas Pertanian Kota Metro Provinsi Lampung berharap Serikat Tani Indonesia (Sertani) yang merayakan hari jadi ke-18 sebagai organisasi kemasyarakatan pertanian agar terus memberikan pendampingan kepada petani dalam penguasaan teknologi pertanian.

"Banyak kiprah yang diberikan Sertani, salah satunya di Kota Metro, baik yang bersifat koordinasi dengan dinas dan juga kegiatan yang sifatnya di luar koordinasi," kata Yeri Ehwan, Kepala Dinas Pertanian Kota Metro Provinsi Lampung, Selasa, menanggapi peran Sertani bagi petani di Kota Metro.

Menurutnya, di Kota Metro, keberadaan Sertani dirasakan dengan berbagai program berjalan baik. "Alhamdulillah, tidak ada konflik pertanian yang merugikan petani di sini, itu salah satu peran Sertani di lapangan," ujarnya pula.

Pada hari ulang tahun ke-18 Sertani ini mengusung tema "Menggali Potensi Alami dan Jatidiri Petani sebagai Ideologi Serikat Tani Indonesia dalam Mewujudkan Cita-cita Petani Berdikari".

Yeri juga mengucapkan selamat bagi Sertani Lampung pada ulang tahunnya ini. "Kami atas nama Pemerintah Kota Metro mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-18 buat Sertani Lampung dan terus berkiprah memajukan petani," katanya lagi.

Perayaan hari jadi Sertani ke-18 di Provinsi Lampung ini digelar di Wisma Centrum Sinode Jalan Yos Sudarso Kota Metro, Selasa (23/8).

"Ulang tahun ke-18 Sertani Lampung ini adalah refleksi diri, evaluasi, dan konsolidasi bagi Sertani untuk terus membangun kemandirian petani," kata Suryo Cahyono, Ketua Sertani Provinsi Lampung.

Menurut Suryo, awalnya organisasi Sertani fokus pada bidang advokasi seperti pada kasus konflik agraria. Namun dalam perjalanannya Sertani mulai menggali potensi petani agar bisa mandiri dan tidak terus memiliki ketergantungan kepada pemerintah.

"Kalau dulu isunya advokasi pertanian berkaitan konflik tanah, tapi sekarang isunya adalah kemandirian pangan meski kita tetap konsisten pada advokasi ke petani," ujarnya lagi.

Kedepan, Sertani akan berbicara kemandirian pangan dan kedaulatan pangan. "Petani harus dibekali pengetahuan bukan hanya bantuan dari pemerintah saja, agar petani bisa mengolah lahan yang sempit untuk bisa menghasilkan produksi pertanian secara maksimal," kata Suryo lagi.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Lampung Anang Prihantoro mengapresiasi dirayakan ulang tahun ke-18 Sertani.

Menurut Anang, Sertani lahir dari semangat reformasi memperjuangkan hak-hak petani yang dulu kerap diabaikan oleh pemerintah.

"Serikat Tani Indonesia sebagai anak kandung reformasi, organisasi gerakan petani yang lahir karena melihat 18 tahun lalu pemerintah tidak berpihak kepada petani," ujarnya pula.

Menurut dia, Sertani adalah awal pintu masuk kesejahteraan bagi petani, sehingga petani saat ini mulai merasakan manfaat keberadaannya apalagi saat ini semangat perjuangan Sertani adalah kesejahteraan petani.

"Harapan saya di usianya yang ke-18 tahun ini kader Sertani menjadi lokomotif perubahan bagi petani, kader Sertani harus kreatif dan inovatif dan tidak lagi memiliki ketergantungan kepada pemerintah," katanya lagi.

Perayaan ulang tahun ke-18 Sertani dihadiri pula anggota DPD RI Anang Prihantoro, anggota DPRD Provinsi Lampung dari Dapil 8 Lampung Timur Garinca Reza Pahlevi, dan mantan Ketua KPU Kabupaten Lampung Timur Samsul Arifin, juga dihadiri Lembaga Penyadaran Bantuan Hukum Forum Adil Sejahtera (LPBH-FAS) Jakarta Pelikson Silitonga, dan Yayasan Bimbingan Mandiri (YABIMA) Lampung Grace Nugroho.

Editor: Budisantoso Budiman

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga

Generated in 0.008 seconds memory usage: 0.48 MB