Ketua IPW: Tolak Patungan Biayai Piala Bhayangkara

id Tolak Patungan Biayai Piala Bhayangkara, Piala Bhayangkara, IPW, Neta S Pane

Elite-elite Polri harusnya bisa introspeksi, sehingga tidak 'neko-neko' untuk melakukan kegiatan di luar tugasnya sebagai institusi keamanan. Elite Polri jangan mau 'dikadali' oleh orang-orang yang tidak jelas, kata Neta S Pane pula.
Jakarta (ANTARA Lampung) - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane mengimbau jajaran perwira menengah agar menolak memberikan sumbangan bila diminta membantu membiayai penyelenggaraan Piala Bhayangkara.

Para kapolres, kapolda, dan pejabat di jajaran menengah Polri lainnya diimbau jangan mau memberikan sumbangan, jika diminta membantu biaya penyelenggaraan Piala Bhayangkara, ujar Neta.

"Sebab adalah rahasia umum jika Polri punya 'event', para pejabat di jajaran menengah selalu direpotkan, diminta berpartisipasi dan diminta menyumbang dana yang tidak sedikit," katanya, di Jakarta, Sabtu (6/2).

IPW, ujarnya siap menerima pengaduan dari jajaran menengah Polri yang menjadi korban permintaan sumbangan dengan alasan untuk Piala Bhayangkara, untuk kemudian membukanya ke publik.

IPW juga akan melakukan investigasi soal asal usul pendanaan Piala Bhayangkara.

"Sebab selama ini Polri selalu mengeluh kekurangan dana tapi kok bisa-bisanya menghambur-hamburkan dana untuk sebuah 'event' yang tidak jelas dan tidak ada kaitannya dengan tugas-tugas profesional kepolisian," ujarnya.

IPW berharap para elite Polri konsisten membawa institusinya sebagai institusi keamanan dan bukan sebagai institusi olahraga, apalagi sebagai event organisasi penyelenggara turnamen sepak bola, seperti Piala Bhayangkara.

Elite-elite Polri harusnya bisa introspeksi, sehingga tidak 'neko-neko' untuk melakukan kegiatan di luar tugasnya sebagai institusi keamanan. Elite Polri jangan mau 'dikadali' oleh orang-orang yang tidak jelas.

"Sebab Polri punya 'power' hukum yang sangat rawan disalahgunakan atau dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi. Artinya, dengan adanya event atas nama Polri bukan mustahil pihak-pihak tertentu memanfaatkannya untuk mengeruk keuntungan pribadi. Padahal event itu tidak jelas manfaatnya dan sangat jauh dari tugas-tugas Polri sebagai institusi keamanan," katanya pula.