Selasa, 26 September 2017

Harga Pisang Di Desa Naik

id Harga Pisang Di Desa Naik, Buah, Pisang Goreng, Makanan Ringan, Kaki Lima, Minyak Goreng, Cemilan, Jalan Rusak, becek, harga, Pengkulak, Kotabatu, Pub
Harga Pisang Di Desa Naik
Petani pedalaman mengakut pisang hasil panennya menggunakan sepeda motor yang dua bannya dililit rantai untuk melewati jalan tanah yang licin di pegunungan pada musim hujan, di Desa Kotabatu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. (ANTARA FOTO/M.Tohamaksun).
Meski banyak turun hujan, namun harga pisang di sini terus naik."
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Harga berbagai jenis buah pisang pada sejumlah desa di Provinsi Lampung terus naik sejak akhir tahun 2014 hingga memasuki awal tahun 2015 ini.

Petani Desa Kotabatu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Samsul (45), di Kotabatu Minggu mengatakan, harga pisang campuran jenis pisang Janten naik dari Rp1.200 menjadi Rp1.500/sisir sejak akhir 2014 lalu.

"Meski banyak turun hujan, namun harga pisang di sini terus naik," katanya.

Pohon pisang di desa yang berjarak sekitar 100 Km barat laut Kota Bandarlampung itu dimiliki oleh sebagian besar petani setempat.

"Hampir semua petani di sini memiliki pohon pisang, baik di pekarangan rumah maupun di kebun," katanya.

Sementara warga Kotabatu lainnya, Burhan, mengatakan, sekitar tiga perempat hektare lahan kebunnya yang sedang ditanami bibit kelapa juga diselingi pohon pisang.

Makin meningkatnya minat petani menanam pisang selain dipicu oleh harga yang terus membaik, juga karena buah pisang bisa dipanen setiap saat dan mudah dijual.

Dengan makin meningkatnya produksi pisang itu, membuat makin banyak pedagang pengumpul hasil bumi itu, serta banyak pula pedagang dari kota yang memiliki modal agak besar turun ke des-desa.

Menurut petani setempat, buah pisang yang banyak diperjualbelikan selama ini umumnya pisang kepok, pisang janten, pisang ambon, pisang raja bulu, pisang muli, juga pisang tanduk.

Namun yang paling banyak ditanam dan diperjualbelikan antara petani dan pedagang umumnya pisang janten dan pisang kepok.

Hal itu karena dua jenis pisang itu sebagai bahan baku utama pedagang makanan ringan pisang goreng baik di desa maupun di kota, baik pedagang kaki lima maupun hingga restoran atau hotel-hotel berbintang.

Sementara di pusat Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, harga jual pisang goreng naik dari Rp750 ke Rp1.000/buah sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 18 November 2014 yang lalu.

Selain di Kabupaten Lampung Tengah, buah pisang itu juga banyak diproduksi di Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Timur, dan Lampung Selatan.

Buah pisang produksi Lampung itu selama ini selain banyak untuk memasok kebutuhan konsumsi masyarakat Provinsi Lampung, juga banyak dikirim ke luar daerah, khususnya di Pulau Jawa.

Hal itu antara lain terlihat setiap hari ada puluhan truk baik jenis Fuso, Colt Diesel, dan Pick-up asal Lampung yang mengangkut buah pisang segar itu yang menyeberang ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan.

Pisang-pisang itu mengisi pasar-pasar seperti di Provinsi Banten, Pasar Induk di Jakaera, dan di pasar Bogor, Jawa Barat.

Editor: Agus Wira Sukarta

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga

Generated in 0.0098 seconds memory usage: 0.47 MB