Ponorogo (ANTARA LAMPUNG) - Rizta Fransiska (17), siswi korban pembunuhan sadis di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, merupakan murid berprestasi di sekolahnya, SMKN 1 Ponorogo, bahkan tercatat pernah menjuarai Olimpiade Bahasa Inggris tingkat nasional tahun 2012.

"Rizta pernah meraih juara III Olimpiade Bahasa Inggris tingkat nasional. Anak ini memiliki kemampuan lebih di atas rata-rata teman seangkatannya, terutama di bidang ilmu bahasa dan multimedia," kata Kepala SMKN 1 Ponorogo, Mustari, saat ditemui di rumah duka di Dusun Sejeruk, Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Sabtu (13/7).

Mustari sempat menyampaikan penyesalan atas pembunuhan brutal yang dialami salah satu anak didiknya itu.

Selain alasan kedekatan dengan anak didiknya tersebut, Mustari mengaku memiliki ekspektasi lebih atas prestasi akademik Rizta.

"Kami turut berduka dan merasa kehilangan atas meninggalnya Rizta, apalagi dia pernah mengharumkan SMKN 1," ujarnya.

Rizta Fransiska ditemukan tewas pada Jumat (12/7) malam oleh seorang pengendara di selokan jalan raya Ponorogo-Solo, Desa Maron, Kecamatan Kauman.

Korban diduga tewas akibat luka tusukan yang ada di tubuhnya. Hasil visum di RSUD dr Hardjono, Ponorogo, menyebutkan terdapat tujuh luka tusukan di bagian perut hingga leher korban.

Namun, tidak menutup kemungkinan Rizta tewas akibat ditimpa batu besar yang ditemukan polisi di lokasi penemuan mayat. Tidak jauh dari lokasi ditemukannya jasad korban, polisi juga menemukan sebilah pisau berukuran sekitar 40 centimeter.

Kedua benda ini langsung diamankan di Mapolres Ponorogo setelah jasad Rista dievakuasi.

Wakapolres Ponorogo Kompol Trisakseno Puspoaji menyatakan, meski identitas korban telah diketahui, namun polisi belum bisa mengungkap pelaku pembunuhan sadis ini.

Ada sejumlah nama yang dikantongi polisi yang sangat mungkin berhubungan dengan tewasnya Rizta, termasuk sejumlah teman dekat korban.

Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar