Metro, Lampung, (Antara Lampung) - Iful Jenggot, warga Kabupaten Lampung Utara mengungkit nilai jual kopi yang merupakan potensi lokal daerah itu dengan meramunya dengan pinang muda dan lada.
    "Dibandingkan dengan kopi bubuk biasa, ada selisih harga kisaran 30 hingga 40 persen," ujar pria bernama asli Syaiful Anwar itu, pada acara Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) se-Provinsi Lampung, di Kota Metro, Rabu.
    Warga Desa Kebunempat Kecamatan Kotabumi Selatan itu menyatakan motivasinya membuat kopi pinang muda dan teh pinang muda ialah mengangkat potensi pertanian daerah itu seperti kopi, pinang muda dan juga lada.
    "Untuk kopi yang dengan campuran pinang muda dan lada saya beri nama kopi 'ragah' yang artinya lelaki," katanya lagi.
    Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur 5 Agustus 1971 itu menyatakan, Lampung terkenal dengan komoditas kopi dan ladanya.
    "Hal itu melatarbelakangi adanya  nama kopi ragah supaya Lampung memiliki ciri khas," kata juara II Tingkat Nasional Kategori Pertanian yang diselenggarakan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT)  tahun 2011 itu.
    Ia menjual produksinya yang diberi label kopi dan teh pinang muda Iful Jenggot itu bervariasi. Teh per sachet yang bisa untuk diminum 10 orang lebih itu Rp15.000.
    Adapun kopi pinang muda dan kopi ragah untuk diseduh bagi sekitar 15 orang ia jual Rp20.000.
    "Kendala awalnya ada, susah juga, tapi terus saja berupaya," kata dia lagi.
    Khasiat teh dan kopi pinang muda produksinya ialah menambah vitalitas bagi kaum pria, selain itu juga menambah kesehatan.

Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar