Palembang (ANTARA LAMPUNG) - Penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI)  memenangkan pasangan Romi Herton-Harnojoyo setelah menghitung sampel dari 200 tempat pemungutan suara dalam pemilihan wali kota di Palembang, Minggu (7/4).

"Pasangan nomor urut (2) berhasil meraih 44,1 persen atau unggul 3,12 persen dari Sarimuda-Nelly (3) 40,98 persen, sedangkan Mularis-Husni (1) 14,92," kata Direktur Riset LSI, Hendro Prasetyo, di Palembang, Minggu.

Menurut dia, pihaknya optimistis dengan keunggulan 3,12 persen suara tersebut pasangan Romi-Harno sementara menang dari pasangan Sarimuda-Nelly.

Persentase tersebut diyakini tidak akan menurun karena "margin error" yang mereka tetapkan dua persen sehingga posisi 3,12 persen  sudah aman.

Ia mengatakan, penghitungan cepat ini menjadi patokan dari perolehan suara pasangan calon wali kota dan wakil wali kota peserta Pilkada Palembang, mengingat dengan sistem stastik perolehan suara tidak akan bergeser jauh.

Sementara calon Wali Kota Palembang Romi Herton usai ditetapkan sebagai pasangan yang sementara unggul versi LSI, mengaku sangat bersyukur dan kemenangan mereka adalah kemenangan rakyat.

"Kami sangat berterimakasih kepada masyarakat Palembang yang telah memilih dan mempercayakan memimpin," ujarnya.

Dia menambahkan, kemenangan ini hendaklah disikapi dengan rasa syukur kepada Sang Pencipta jangan euforia berlebihan.

Kemenangan ini adalah anugerah, sehingga tidak boleh disikapi dengan cara yang berlebihan.

Jumlah pemilih tetap pemilihan wali kota Palembang periode 2013-2018 sebanyak 1.133.488 orang, dengan 2.650 TPS tersebar di 16 kecamatan.

                        LKPI Enggan Sebut Pemenang
Hasil penghitungan cepat pemilihan wali kota Palembang dari Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) enggan menyebut pasangan Sarimuda-Nelly Rosdiana mengungguli Romi Herton-Harnojoyo, meskipun data menyatakan meraih persentase 44,79 persen atau unggul 2,2 persen.

"Meski secara nyata Sarimuda-Nelly unggul tapi LKPI tidak bisa memposisikan Romi-Harnojoyo sebagai pasangan yang kalah karena tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada Kota Palembang sangat rendah sehingga berpengaruh pada 'margin error' atau tingkat kesalahan awal sebesar plus minus satu persen," kata Direktur Eksekutif LKPI Arianto M Yusuf di Palembang, Minggu.

Pada  keterangan pers usai penghitungan, Arianto mengemukakan, semula memakai metodelogi itu dengan asumsi partisipasi masyarakat mencapai 75-80 persen.

Namun, pihaknya demikian terkejut karena antusias masyarakat Kota Palembang sangat rendah yakni hanya 66,1 persen atau hanya 82.760 orang (dalam sampel yang diambil di 200 TPS), sehingga "margin error" bertambah menjadi plus minus tiga persen.

"Inilah yang menyebabkan LKPI tidak berani menyebut pasangan nomor utut tiga, Sarimuda-Nelly unggul meski secara absolut demikian," katanya.

Penyebab rendah partisipasi masyarakat pada pilkada ini, menurutnya disebabkan karena dilaksanakan hari libur.

"Hari libur membuat masyarakat agak malas ke TPS, apalagi tadi pagi cuacanya hujan," katanya. Hasil akhir penghitungan cepat LKPI menggunakan sampel pada 200 TPS dari total 2.650 unit di Palembang.            

Sementara, pasangan nomor urut 1 yakni Mularis Djahri-Husni Thamrin berada pada urutan tiga dengan meraih 12,16 persen.

"Hasil akhir tetap ada pada KPU Kota Palembang, namun biasanya hasil penghitungan cepat LKPI berada di tengah-tengah. Lembaga kami akan melaporkan hasil penghitungan cepat ini sebagai tanggung jawab kepada masyarakat," ujarnya.

Pada pemilihan wali kota Palembang terdapat tiga lembaga survei yang melaksanakan hitung cepat, yakni LKPI, Puskaptis (Pusat Kajian Pembangun Strategis), LSI (Lembaga Survei Indoenesia) versi Saiful Mujani yang sama-sama menempatkan pasangan Sarimuda-Nelly pada urutan pertama, sementara pada urutan kedua pasangan Romi-Harnojoyo.

Berdasarkan hasil penghitungan cepat yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis sementara ini belum bisa disebutkan siapa yang menang pada pemilihan kepala daerah Palembang 7 April 2013.

"Belum bisa disebutkan siapa yang menang, karena selisihnya kecil," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid di Palembang, Minggu.

Menurut dia, pasangan calon wali kota-Wakil Wali Kota Palembang Sarimuda-Nelly Rosdiana meraih suara sebesar 44,81 persen, sedangkan Romi Herton-Harnojoyo memperoleh suara 44,64 persen dan juru kunci dipegang pasangan Mularis Djahri-Husni Thamrin dengan 10,55 persen suara.

"Jadi, dengan perolehan suara itu maka belum bisa disimpulkan siapa yang menang, karena selisih suara Sarimuda-Nelly Rosdiana dan Romi Herton-Harnojoyo sedikit sekali," katanya.

Ia mengatakan, selisih suara kedua pasangan calon wali kota-Wakil Wali Kota Palembang itu sekitar 0,17 persen.

Ia menuturkan, mereka mengambil sampel di 220 responden atau tempat pemungutan suara (TPS) di 107 kelurahan Kota Palembang.

Sementara 'margin error' sekitar satu persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Data itu mereka ambil mulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB dengan jumlah data yang masuk sebesar 98 persen, ujarnya.

Dengan hasil yang ada itu, mereka tidak bisa mengunggulkan siapa yang kuat, karena margin erornya sekitar satu persen. Jadi, harus menunggu pihak penyelenggara pemilu yang menentukan pemenangnya, tuturnya.

Sementara angka golongan putih atau golput sekitar 36 persen atau masih tinggi, karena kejenuhan masyarakat dalam demokrasi dan isunya begitu-begitu saja.





Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar