Minggu, 24 September 2017

PT Telkomsel Ajak Jurnalis Lihat Keberadaan BTS

id PT Telkomsel Ajak Jurnalis Lihat Keberadaan BTS, Agus, Humas, Telepon Genggam, Sumbagsel, Lampung, Tower, Sinyal, Signal, HP
PT Telkomsel Ajak Jurnalis Lihat Keberadaan BTS
Head of ICT Network Management Sumbagsel Division PT Telkomsel, Hafiddudin Triatmojo (kiri), Corporate Communication Sumbagsel Agus Winarto (tengah), dan Head of Network Service Lampung Agus Munafi (kanan), menjelaskan fungsi BTS, Senin (17/12). (FOTO: ANTARA Lampung/Budisantoso Budiman).
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - PT Telkomsel Sumatera Bagian Selatan mengajak puluhan jurnalis dari berbagai media massa di Provinsi Lampung, untuk melihat secara langsung keberadaan dan fungsi tower Base Transceiver Station di Bandarlampung, Senin.

Menurut Head of ICT Network Management Sumbagsel Division PT Telkomsel, Hafiddudin Triatmojo, didampingi Corporate Communication PT Telkomsel Sumbagsel Agus Winarto, dan Head of Network Service Lampung Department Agus Munafi, keberadaan BTS itu sangat penting untuk mendukung kelancaran komunikasi pelanggan Telkomsel.

Guna memberikan kenyamanan berkomunikasi, baik dari sisi voice (suara) dan layanan data kepada masyarakat, ada beberapa komponen yang harus dijalankan oleh operator dan juga dukungan masyarakat untuk menjaganya, salah satunya dengan mendirikan tower atau site tempat terpasang Base Transceiver Station (BTS) itu, kata Hafiddudin pula.

Kepala para jurnalis tersebut, dia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di suatu daerah akan maju apabila ada tiga faktor pendukung, yaitu infrastruktur jalan, listrik, dan sarana telekomunikasi.

"BTS Telkomsel adalah salah satu dari sarana telekomunikasi untuk membantu pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut berjalan simultan," ujar dia pula.

Kehadiran BTS di suatu daerah, menurut Hafiddudin, akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya, keamanan maupun pelayanan publik.

Akses telekomunikasi akan membuka isolasi suatu daerah dan infrastruktur, seperti halnya menara BTS bisa menjadi ikon eksistensi masyarakat di wilayah tersebut, kata dia lagi.

Dia mengemukakan, dampak yang timbul jika salah satu perangkat BTS hilang adalah dapat mengakibatkan komunikasi di wilayah tersebut akan terganggu, sehingga berdampak pada kerugian baik bagi masyarakat sebagai pelanggan maupun bagi operator selular sebagai penyedia layanan komunikasi tersebut.

Akses komunikasi yang terganggu akan berdampak terhadap gangguan komunikasi bagi masyarakat di daerah tersebut dan mengganggu sektor bisnis maupun layanan publik terhadap masyarakat di daerah tersebut.

"Apalagi saat ini layanan komunikasi dan informasi adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk dalam urusan bisnis dan pemerintahan maupun di kalangan para profesional," kata dia pula.

Hafiddudin menegaskan bahwa PT Telkomsel sangat menghargai peran serta masyarakat yang turut menjaga kemanan BTS/Site Telkomsel dari aksi oknum yang tidak bertanggungjawab.

Karena itu, kata dia, saat ini Telkomsel bersama masyarakat sekitar dan aparat penegak hukum bekerjasama mengelola keamanan site Telkomsel, mengingat perangkat di site Telkomsel itu dapat dikategorikan aset negara.

Dia merincikan, selama ini perangkat BTS yang selalu hilang antara lain kabel feeder, baterai, kabel power, dan kabel grounding.

"Kami berupaya mengamankan peralatan BTS Telkomsel itu melibatkan masyarakat sekitar dan dukungan aparat keamanan terkait," ujar dia pula.

Mengenai adanya kekhawatiran warga tentang dampak radiasi dari BTS itu, menurut dia, dapat disampaikan bahwa hampir tidak ada, karena power yang dikeluarkan dari perangkat antena tergolong kecil sehingga aman untuk masyarakat sekitar tower.

Ia juga menegaskan bahwa PT Telkomsel merupakan perusahaan yang patuh dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga saat pendirian tower dan dalam setiap aktivitas operasionalnya tetap akan berupaya menjaga harmonisasi antara manfaat kehadiran Telkomsel di wilayah ini dengan masyarakat dan pemerintah setempat sesuai aturan yang berlaku.

"Pertumbuhan pelanggan yang cukup signifikan, menuntut ketersediaan jaringan yang memadai, mengingat kualitas jaringan merupakan `menu utama¿ yang harus disajikan oleh operator selular secara prima," kata dia.    
   Karena itu, PT Telkomsel di wilayah Regional Sumbagsel telah melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan di wilayah ini.

Corporate Communication PT Telkomsel Sumbagsel Agus Winarto menambahkan bahwa jumlah BTS di Regional Sumbagsel sudah mencapai 5.600, terdiri dari BTS 2G dan 3G.

"Secara berkesinambungan Telkomsel tetap melakukan peningkatan kualitas layanan dengan melakukan penambahan kapasitas, pembangunan BTS baru hingga modernisasi jaringan dalam bentuk implementasi perangkat, service dan fitur terbaru," ujar dia.

Coverage jaringan telah melayani hingga 100 persen ibu kota kabupaten sampai wilayah kecamatan di Pulau Sumatera, kata Agus yang didampingi pula Syahruna Husni, Network Operation Sumbagsel.

PT Telkomsel merupakan pemimpin pasar industri telekomunikasi di Indonesia yang melayani lebih dari 122 juta pelanggan sebagai operator selular nomor tujuh terbesar di dunia.

Editor: Budisantoso Budiman

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Baca Juga

Generated in 0.0322 seconds memory usage: 0.49 MB