Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Harga gula pasir di pasar modern dan tradisional di Bandarlampung pada pekan ketiga Februari 2012 turun tipis, namun permintaan atas bahan pemanis itu tetap stabil.
    
Berdasarkan  pantauan di Pasar Sukarame Bandarlampung, Selasa, harga gula curah di pasar itu kini berkisar Rp9.500- Rp10.000/kg, sedang dua minggu lalu harga gula curah di Bandarlampung berkisar Rp10.000- Rp10.750/kg.
    
"Stok gula di pasar ini cukup banyak. Meski tergolong gula pasir curah, namun mutunya baik, terutama yang berharga Rp10.000/kg," kata Lusia, salah satu pengunjung pasar tersebut.
    
Ia menyebutkan gula yang dijual di pasar itu umumnya gula curah, sedang gula dalam kemasan biasanya dijual di pasar-pasar modern.
    
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar modern di Bandarlampung pada Senin (20/2) malam, harga gula kemasan turun, sementara harga gula asalan bertahan seperti pekan lalu.
    
Harga gula kemasan di mal Chandra kini mencapai Rp12.000/kg, pekan lalu harganya Rp12.500/kg. Harga gula pasir curah di mal itu masih bertahan seperti pekan lalu, yakni Rp10.750/kg.
    
Karena selisih harga gula curah dan kemasan tidak berbeda jauh, banyak konsumen yang akhirnya memilih gula kemasan karena mutunya lebih terjamin.
    
Sementara itu, pasokan gula ke Bandarlampung tetap lancar, karena daerah itu termasuk pemasok gula utama nasional. Kondisi cuaca hujan di Lampung belum berpengaruh terhadap pengiriman pasokan gula ke daerah itu.
    
Lampung merupakan pemasok utama gula nasional dan hampir 40 persen gula nasional dipasok dari Lampung.  
    
Di Lampung terdapat pabrik gula yang dikelola PTPN VII, PT GMP, PT Gula Putih Mataram (GPM) dan Sugar Group. Kapasitas produksi terbanyak berada di Sugar Group.
    
Kebutuhan gula putih di Lampung mencapai 10.000 ton/bulan, sementara produksi gula di daerah itu mencapai 800.000 ton/tahun.


Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar