Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Bisnis penggemukan sapi impor asal Australia cukup menggiurkan bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta lebih per ekor keuntungan bersihnya.
        
"Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp12 juta per ekor keuntungan mengelola penggemukan sapi bisa mencapai Rp2 juta lebih," kata Nardi pengusaha penggemukan sapi di Lampung Timur, saat dihubungi di Bandarlampung, Sabtu.
        
Ia menyebutkan, pembelian sapi bakalan merupakan komponen biaya utama dalam produksi sapi yang mencapai 60 persen dari total biaya produksi.
        
Menurut dia, masa penggemukan sapi mulai dari bakalan hingga dapat diproduksi mencapai selama 106 hari dengan penambahan berat rata-rata 1-1,5 kilogram per hari.
        
"Jika diasumsikan berat rata-rata per ekor sapi mampu mencapai 500 kilogram lebih," ujarnya.
        
Ia menjelaskan, jika harga jual sapi per ekor berada pada tingkat Rp27.000-Rp30.000/kg dengan rata-rata Rp28.500/kg, maka besarnya tingkat penerimaan satu ekor sapi Rp14,2 juta lebih.
        
"Maka satu ekor sapi akan memberikan pendapatan sebesar Rp2 juta lebih," kata dia.
        
Nardi mengatakan lebih lanjut, beberapa waktu lalu terdapat permasalahan sistem produksi daging sapi karena adanya larangan impor sapi asal Australia, sementara pasokan sapi bakalan lokal belum memadai.
        
Selain itu, kemampuan 'breeding' bakalan sapi lokal masih menghadapi persoalan peningkatan teknologi guna percepatan produksi.
        
Larangan sapi impor membuat biaya pengadaan sapi menjadi tinggi sehingga mempengaruhi harga jual daging sapi di pasaran.
         
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung mengatakan Lampung memiliki potensi pengembangan penggemukan sapi potong karena melimpahnya pakan untuk ternak itu.
        
Lampung terdapat enam lokasi industri penggemukan sapi potong (feedlotter) yakni di Lampung Tengah tiga perusahaan penggemukan sapi, Lampung Selatan dua dan Lampung Timur satu tempat penggemukan sapi.

 

Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar